Gotong Royong di KSB dan Saemaul Undong Korsel ‘Dikawinkan’

oleh -5 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (05/07/2018)

Mahasiswa Busan University of Foreign Studies Korea Selatan (Korsel) melaksanakan studi komparasi pola gotong royong di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan pola Saemaul Undong Korsel. Kedatangan empat mahasiswa Busan University of Foreign Studies Korsel diterima Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST di Ruang Rapat Utama Gedung Graha Fitrah. Hadir Sekda H. Abdul Azis, SH., MH, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Kepala OPD, Kepala Bank NTB, Bank BNI, Camat Brang Ene dan Kepala Desa Kalimantong serta agen PDPGR Desa Kalimantong yang merupakan tuan rumah studi komparasi mahasiswa Busan University of Foreign Studies Korsel.

Ketua Panitia Penerimaan Tim dari Busan University of Foreign Studies Korsel, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si melaporkantim mahasiswa dari Busan University of Foreign Studies Korsel ini akan melaksanakan studi komparasi gotong royong KSB dan Saemaul Undong Korsel. Studi akan dilaksanakan di Desa Kalimantong Kecamatan Brang Ene. Kegiatan akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Juli–7 Juli. Tim ini didampingi oleh tim Universitas Cordova.

Ketua Tim Busan University of Foreign Studies Korsel, Prof. mengatakan, dirinya datang bersama empat mahasiswa. Ia menyampaikan terimakasih atas penerimaan dari Pemerintah KSB yang begitu hangat. Maksud kedatangan timnya ke KSB adalah untuk penelitian atau survei, program apa yang dilakukan di Desa Kalimantong dalam pelaksanaan gotong royong. Kemudian akan dikomparasikan dengan kegiatan Saemaul Undong. ‘’Saya harap ada kerjasama yang baik ke depannya. Ada pertukaran aktif mahasiswa Busan dan Cordova. Ada kerjasama Pemeritah Busan dan Pemerintah KSB, nanti coba saya usahakan untuk hubungan yang baik di masa depan,” katanya.

Baca Juga  Meriahkan HUT RI, NTB Luncurkan Beragam Produk Lokal

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST dalam sambutannya meminta kepada Camat Brang Ene dan Kepala Desa Kalimantong untuk memyambut kehadiran lima orang tim dari Busan University of Foreign Studies Korsel. Meskipun hanya lima orang, namun kelimanya membawa nama negaranya. Sehingga, kelimanya harus dilayani dengan baik. Berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk memastikan keamanan, meskipun KSB daerah yang aman. ‘’Kepada seluruh Kepala OPD atau jajarannya, Kepala Bidang, Kepala Seksi agar menyambangi Desa Kalimantong selama tim mahasiswa Korsel melaksanakan studi. Ini penting guna memberikan informasi yang dibutuhkan tim,” kata Wabup.

Dijelaskan Wabup, Gotong Royong adalah budaya Islam. Di KSB, gotong royong diawali dengan sholat berjamaah di Masjid Agung Darussalam. Seluruh aparatur muslim wajib sholat berjamaah pada sholat dzuhur dan ashar karena merupakan bagian dari jam kerja. Dari sholat berjamaah itulah kemudian lahir semangat tolong menolong dan gotong royong. Jadi, gotong royong di KSB, bukan hanya masalah dunia, memenuhi kebutuhan warga mulai dari makanan, jamban atau toilet, rumah, kesehatan dan lainnya. Namun gotong royong di KSB juga bagaimana masalah akhiratnya juga berjalan dengan baik. ‘’Kami di sini juga banyak masjid, masyarakat kami ajak sholat berjamah, kemudian ada TPQ (taman pendidikan Al-Qur’an), masyarakat harus membaca Al-Qur’an, sebab itu akan mendatangkan rahmat, pertolongan Allah,’’ jelas Wabup. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.