Ada Apa Dengan Menikah Dini ?

oleh -7 views

Oleh: Rahmawati (Praktisi Pendidikan)

Tentu tak asing di telinga kita tentang sebuah fakta pernikahan dini yang sempat viral di sosial media yang terjadi baru-baru ini. Mengutip dari Serambinews.com, baru-baru ini sepasang kekasih belia di Bantaeng, Sulsel menghebohkan jagad maya. Pasangan belum cukup umur dan masih berstatus siswa SMP ini kebelet untuk menikah, merekapun telah mendaftarkan perkawinannya di KUA Kecamatan Bantaeng dan mengikuti bimbingan perkawinan (Bimwin), Kamis (12/4/2018).

Hal serupa ternyata juga terjadi di pulau yang terkenal dengan 1000 masjid tersebut, seperti yang dilansir oleh TribunManado.co.id, pernikahan dini terjadi di Sempong, Keruak, Lombok Timur, NTB. Pernikahan sepasang remaja tersebut bahkan digelar pada Kamis (5/4/2018). Bahkan video dan foto-foto pernikahan merekapun tersebar di media sosial. Seperti yang dilansir TribunVideo.com dari akun facebook Yuni Rusmini, kedua mempelai ternyata masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Bahkan sangat mengejutkan saat Badan Pusat Statistik (BPS) yang bekerjasama dengan Badan Dunia untuk anak (UNICEF) merilis sebuah laporan tentang data perkawinan usia anak pertama kalinya di Indonesia. BPS dan UNICEF menggunakan data Susenas 2008-2012 dan Sensus Penduduk 2010, mencatat sekitar 340 ribu anak perempuan di bawah 18 tahun menikah setiap tahunnya, bahkan peningkatan terjadi pada perempuan di bawah usia antara 15 hingga 18 tahun yaitu di bawah usia 15 tahun mencapai 50 ribu anak per tahun. Angka yang fantastik bukan ?

Baca Juga  KASAD Terima Medali Kehormatan dari Amerika Serikat

Dari maraknya kasus pernikahan dini yang terjadi, setelah ditelusuri yang menjadi penyebab utamanya ada beberapa hal. Di antaranya karena faktor ekonomi, pendidikan, orang tua, media massa dan internet, biologis, MBA (Marriege By Accident), dan karena faktor adat. Dari beberapa faktor tersebut yang paling dominan adalah karena faktor pendidikan 35 %, dan yang kedua karena MBA (Marriege By Accident) 27 %.

Adapun faktor pendidikan karena rendahnya tingkat pendidikan orang tua, anak, bahkan masyarakat sehingga menikah dini itu bisa dijadikan solusi atas masalah yang tengah dihadapi oleh kalangan tersebut. Sedangkan yang tak kalah menyedihkan bahkan miris adalah karena faktor MBA (Marriege By Accident) yang disebabkan oleh pergaulan yang rusak bahkan tanpa aturan sekalipun.

Solusi Islam

Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW untuk mengatur seluruh kehidupan dunia dengan aturan-aturan yang sudah dijelaskan dalam Al-quranul Karim baik mengatur hubungan manusia dengan Penpcipta-Nya, manusia dengan dirinya sendiri maupun dengan sesamanya. Adapun terkait pernikahan dini maka ini masuk ke dalam perkara yang mengatur sesama manusia. Dalam melihat status pernikahan dini ini Islam tidak hanya fokus kepada usia dilakukannya pernikahan, tapi juga terkait kesiapan, bahkan yang tidak kalah penting adalah pemahaman dan ilmu terkait pernikahan tersebut. Dalam Islam tidak ada istilah pernikahan dini, namun Islam mengatur bagaimana agar pernikahan tersebut berjalan sesuai dengan koridor hukum syara’ dan akan mencegah hal-hal yang menjadi pemicu terjadinya kemaksiatan seperti pergaulan bebas, campur baur, dan pacaran yang dapat mendekatkan diri pada perzinahan.

Baca Juga  2,8 M DAK 2011 Masih Terparkir di Kas Daerah

Terkait dengan hal ini maka Islam akan melakukan sebuah upaya dalam meminimalisir hal tersebut dengan melakukan peningkatan ketaqwaan individu, berjalannya sebuah kontrol dalam masyarakat, bahkan yang tidak kalah penting adalah aturan dari negara untuk menghindari agar kemaksiatan tidak dilakukan secara terus menerus.

Dengan ditutupnya faktor-faktor pemicu seperti tayangan televisi yang tidak mendidik, video porno, dan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang tidak dilandasi adanya kebutuhan, dan tentu yang bisa melakukan semua itu hanyalah negara yang memiliki wewenang. Sungguh kita sangat menginginkan kembalinya negara yang memberikan pengaturan yang sangat konprehensif ini hadir di tengah-tengah kita untuk kemaslahatan bersama. Semoga segera tegak dengan izin Allah SWT, Aamiin. (*)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.