Suara Suhaili-Amin di Sumbawa Terbawah, Ini Kata Jack Morsa

oleh -12 views
Jack Morsa

SUMBAWA BESAR, SR (04/07/2018)

Raihan suara pasangan H. Moh. Suhaili Fadil Thohir SH—H. Muh. Amin SH M.Si (Suhaili—Amin) dengan 23.786 suara (9,76%) di Kabupaten Sumbawa pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 kemarin, terbilang mengecewakan. Bayangkan dari empat pasangan calon, pasangan yang diusung Golkar dan Nasdem ini mendapat suara paling sedikit. Hasil rekapitulasi tingkat Kabupaten Sumbawa yang berlangsung, Rabu (4/7) tadi, pasangan bernomor urut 1 tersebut memperoleh 23.786 suara atau 9,76%. Unggul di atasnya Ali Bin Dachlan—TGH. Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni LC, MA (Ali Sakti) dengan meraup 28.490 suara (11,69%), dan Pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi SE (Ahyar Mori) 24.706 suara (10,13%). Sementara pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd (Zul—Rohmi) meraih suara tertinggi yakni 166.833 atau 68,43 % suara.

Ketua Tim Suhaili Amin, Jack Morsa S.Adm yang dimintai tanggapannya, Rabu (4/7), memakluminya. Menurutnya, keunggulan Zul Rohmi karena masyarakat Sumbawa sangat menginginkan putra daerahnya menjadi Gubernur NTB. Ini juga ada kaitan dengan tingginya ekspektasi masyarakat Sumbawa yang sudah lama menginginkan terbentuknya Propinsi Pulau Sumbawa (PPS), sehingga mereka antusias memilih calon gubernur dari Sumbawa. “Ini terbukti, sebagaimana masyarakat Lombok Tengah memilih putra daerahnya menjadi Gubernur yaitu dengan memenangkan Suhaili yang meraih sekitar 67 persen suara menurut Real Count KPU,” ungkap Jack Morsa.

Baca Juga  Hunting di Lombok Barat, Doktor Zul Disambut Sholawatan dan Hadrah

Kendati demikian, rendahnya raihan suara Suhaili Amin dibandingkan pasangan calon lainnya menjadi pelajaran khususnya bagi Partai Golkar bahwa soliditas itu sangat penting dalam membangun kebersamaan untuk meraih kemenangan. “Ini PR berat bagi kami ke depan dalam menyambut Pemilu Legislatif Tahun 2019 mendatang bahwa konsolidasi internal itu sangat penting,” tukasnya.

Jack Morsa tidak ingin mengatakan kekalahan Suhaili Amin di Sumbawa karena kader di internal Golkar tidak solid. Ia mengaku menjadi ketua partai ketika Golkar di Sumbawa berada di dalam ‘rumah sakit’.

Ia juga tidak ingin mengatakan mesin partai tidak bergerak saat Pilgub kemarin. Namun pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh baik terhadap kader, anggota partai termasuk anggota Fraksi Golkar di DPRD Sumbawa. Jika ada yang tidak beres akan kami berikan teguran sesuai aturan partai. “InsyaAllah ke depan mungkin secara rutin kami membangun konsolidasi baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun tingkat desa,” tandasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.