Survey OMI Terbukti, Hitung Cepat IISBUD 2 Hari Lalu = Quick Count KPU Hari ini

oleh -155 views
Tim IISBUD saat melakukan quick count, 27 Juni lalu, diliput langsung media online SAMAWAREA

SUMBAWA BESAR, SR (29/06/2018)

Hasil hitung cepat Pilkada NTB yang dilakukan Tim Survey Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea (IISBUD Sarea) yang dirilis usai pencoblosan, Rabu (27/06/2018) sore, terbilang nyaris sama dengan hasil Quick Count Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini memberikan gambaran bahwa Tim IISBUD sudah memiliki kemampuan yang setara dengan lembaga survey nasional. Hasil hitung cepat beberapa hari lalu ini menempatkan pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd sebagai peraih suara terbanyak yakni 31,63%, disusul Suhaili-Amin 26,52%, Ahyar Mori 25,43% dan Ali Sakti 16,41%. Selisih antara Zul Rohmi dengan Suhaili Amin cukup jauh yakni 5,11%. Jika dibandingkan dengan hasil Quick Count KPU yang dirilis Jumat (29/06/2018) pagi ini, nyaris tidak ada bedanya dengan hasil hitung cepat tim IISBUD dua hari lalu. Melalui situs resmi KPU dengan suara masuk 98,79% mencatat Zul Rohmi meraih 31,63%, Suhaili Amin 26,57%, Ahyar Mori 25,07% dan Ali Sakti 16,72%.

Ketua Tim Quick Count IISBUD, Muammar Khadafie M.P.d.I, kepada SAMAWAREA mengatakan sampel metode yang digunakan adalah Metodologi Multistage Random Sampling dari Populasi TPS NTB 8336. “Tim kami mengambil sempel 946 TPS dari 8336 TPS di sepuluh kabupaten kota di NTB, dan tingkat kepercayaan 95% dengan MoE (Margin of Eror) 3%,” ungkap pria yang juga menjabat Wakil Dekan Fikom UTS, putra asli Desa Tongo, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Baca Juga  PKS ke London Pertajam Peluang Kerjasama Pariwisata NTB
Ini hasil Quick Count Tim IISBUD yang dirilis 27 Juni 2018

Ditambahkan Rektor IISBUD, Muhammad Yamin SH MH bahwa dia yakin hasil hitung cepat yang mereka lakukan tidak jauh beda dengan perhitungan KPU nanti yakni menetapkan Zul Rohmi sebagai pemenang. Kalaupun terjadi perbedaan tidak terlalu besar sekitar 1—2%. “Kami meyakini bahwa hasil survey kami ini adalah pertarungan akademik dari lembaga perguruan tinggi kami untuk mencari siapa di antara empat kandidat yang memiliki suara signifikan. Hasil yang kami rilis ini bisa kami pertanggungjawab dengan mempertaruhkan kredibilitas lembaga survey yang kami bentuk,” ujarnya.

Namun demikian Young—sapaannya menyatakan bahwa hasil akhirnya nanti tetap mengacu pada Real Count KPU yang memiliki kewenangan untuk menetapkan siapa pemenang dari Pilgub NTB tersebut. Real Count KPU sendiri masih terus berproses dengan suara masuk secara bertahap dari sejumlah daerah.

Demikian lembaga survey lokal lainnya, Olat Maras Institute (OMI) yang dipimpin Miftahul Arzak, S.Ikom., MA—Dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Beberapa minggu sebelum hari pencoblosan, OMI dengan beraninya merilis hasil surveynya menempatkan pasangan Zul Rohmi sebagai pemenang, disusul Suhaili-Amin di urutan kedua, Ahyar Mori ketiga dan juru kunci pasangan Ali-Sakti. Hasil survey ini dicemooh dan diragukan karena menganggap OMI adalah lembaga survey lokal yang belum punya nama. Ternyata keraguan itu terbantahkan dengan hasil pencoblosan 27 Juni 2018 kemarin. Bahkan menyamai hasil hitung cepat LSI maupun KPU yang sampai sekarang masih berproses. “Semoga hasil Quick Count ini dapat bertahan sampai akhir, sehingga urutan pada penghitungan saat ini sesuai dengan hasil survei kami, bahkan satu-satunya lembaga survei yang urutannya sama dengan hasil Quick Count,” tutup Miftah yang ditemui kemarin. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.