InsyaAllah, Paket Zul-Rohmi Tinggal Dilantik

oleh -15 views
Irawansyah, S.IP., M.IP

Oleh: Irawansyah, S.IP., M.IP (Pengamat politik Kampus Institut Ilmu Sosial dan Budaya)

Sistem Demokrasi dalam kontestasi Kepemiluan merupakan proses yang harus dilalui oleh semua elemen politik, baik sufrastruktur politik maupun infrastrukrur politik karena sudah menjadi rumusan Bangsa Indonesia untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas dari kebijakan politik bangsa ini. Sistem kepemiluan ini tidak hanya berlaku di tatanan pemerintahan pusat atau yang sering kita kenal dengan pemilihan Presiden, MPR, DPR dan DPD. Namun juga dilakukan hingga tingkat daerah yang memberikan kesempatan bagi putra dan putri baik bangsa ini untuk membangun bangsa dengan segala terobosan serta inovasi yang dimiliki.

Tanggal 27 Juni 2018 Besok adalah hari pemilihan gubernur dan wakil gubernur di beberapa daerah Provinsi, salah satunya adalah pemilihan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam Pilgub NTB kali ini, menghadirkan empat pasangan calon. Tiga di antaranya diusung partai politik dan sisanya memilih jalur independen. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB sangat menarik karena tercatat dalam sejarah Indonesia baru kali ini ada kandidat yang memilih jalur independen dengan kepercayaan diri yang dimiliki oleh Paslon tersebut. Namun yang lebih menarik saat ini dalam mewarnai Pilgub NTB adalah adanya keterwakilan perempuan satu-satunya dalam panggung politik NTB yang diusung oleh Partai Demokrat dan PKS.

Keterwakilan perempuan di Pilgub NTB kali ini bukan sekedar kebetulan, sosok yang lahir dari kalangan akademisi tentu memiliki konsep yang sangat matang untuk memberikan sosialisasi bagi perempuan-perempuan NTB. Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd sendiri adalah Kakak dari TGB yang merupakan Gubernur NTB saat ini. Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah digandeng Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc yang merupakan Anggota DPR RI selama tiga periode. Pengalaman Dr. H. Zulkieflimansyah menjadi DPR RI tentu akan memberi warna baru bagi perpolitikan di NTB. Investasi sosial Dr. Zulkieflimansyah untuk NTB sangat “bom bastis”. Beberapa lembaga pendidikan sudah dibangun di NTB. Seperti SD IT, SMP IT, SMK Al-Kahfi, Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) Pariwisata dan Alat Berat, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (IISBUD) dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Bahkan sejauh pengamatan selama ini, sudah banyak mahasiswa seluruh Indonesia datang menuntut ilmu ke lembaga pendidikan  yang telah dibangun. Selain dari lembaga pendidikan, Dr. Zulkieflimansyah juga memiliki nilai kebersamaan yang sangat tinggi dengan para penghobi pacuan kuda. Tentu secara politik ini sangat menguntungkan pasangan ini. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang lazim masyarakat NTB sebut sebagai pasangan Zul-Rohmi.

Baca Juga  SJP Minta PKS Sumbawa Bangun Kepercayaan

Dukungan Ormas yang paling besar yang berada di Pulau Lombok seperti NW tentu sangat menguntungkan paket Zul-Rohmi, serta baru-baru ini dukungan juga datang dari Front Nelayan Indonesia. Jadi tidak heran Hasil Survey pada bulan Juni ini dari tiga lembaga survey berturut-turut membuktikan bahwa paket Zul-Rohmi mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hasil survey Kedai Kopi 18,8 % kemudian dari lembaga survey OMI 28% dan juga lembaga survey nasional seperti PolTrust juga merilis hasil survey Zul-Rohmi mengalami peningkatan dengan 30,23%. Sementara dari tiga Paslon lainnya rata-rata di bawah 18%. Lembaga survey nasional PolTrus telah merilis bahwa Paslon nomor urut 1 Suhaili-Amin hanya memperoleh 17,73%, Akhyar-Mori dengan nomor urut 2 memperoleh 17,27% lebih rendah dibandingkan Paslon nomor urut satu, kemudian Paslon Ali-Sakti dengan nomor urut empat hanya 15,23%. Dengan persentase ini tentu kemenangan muntlak sudah dipastikan diraih paket Zul-Rohmi dengan perolehan suara paling tinggi 30,23%. Sementara masyarakat yang belum memutuskan pilihan terdapat 19,54%. Artinya, dengan terbaginya suara masyarakat yang belum memutuskan pilihannya kepada calon dan wakil gubernur maka memungkinkan Paslon nomor tiga memperoleh suara yang lebih signifikan lagi. Sehingga wajar paket calon gubernur dan wakil gubernur NTB Zul-Rohmi tinggal dilantik, itupun jika tidak ada serangan fajar atau money politic dari Paslon lainnya.

Paket Zul-Rohmi yang merangkul berbagai elemen masyarakat tentu akan dapat membawa NTB menjadi Gemilang. Hari ini, Rabu 27 Juni 2018 merupakan hari kemenangan bagi Zul-Rohmi dengan dukungan berbagai elemen. Tagline politik “Coblos Jilbabnya” bukan hanya sekedar mengingatkan akan warna jilbab yang hijau akan tetapi bagaimana perempuan NTB kedepannya juga harus lebih produktif sebagaimana warna hijau yang melambangkan kesuburan dan kesejahteraan bagi perempuan dalam berbagai aspek. Serta mengajak perempuan NTB untuk berani mengambil sikap politik dalam era globalisasi saat ini. Maka tantangan itu tentu tidak mudah, oleh karena itu hadirnya paket Zul-Rohmi dengan tagline politik sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh generasi NTB saat ini. (*)

Baca Juga  Perlu Dipikirkan Keberlanjutan Program INOVASI di NTB

Opini: Rabu, 27 Juni 2018

 

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.