Tolak Politik Uang, SARA, Fitnah dan Hoax dalam Pilkada NTB

oleh -1 views
Reza Andriantoro

MATARAM, SR (25/06/2018)

Forum Mahasiswa Pemantau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta masyarakat untuk menolak keras politik uang, SARA, fitnah dan menolak berita hoax menjelang Pilkada.

Reza Andriantoro selaku Koordinator forum tersebut mengajak masyarakat untuk lebih sadar bahwa kegiatan tersebut dapat merusak nilai moral dan sendi-sendi demokrasi. “Formulasi yang terdapat dalam pasal 73 ayat 2 secara jelas telah mengatur sanksi administrasi, berupa pembatalan pasangan calon oleh KPU Provinsi atau KPU kabupaten/kota bagi pasangan calon atau tim kampanye yang terbukti melakukan politik uang berdasarkan keputusan Bawaslu Provinsi,” terangnya, Senin (24/6).

Reza juga menyebut, bagi siapa saja yang terlibat beberapa point yang sudah disebutkan, maka akan diancam sanksi baik administrasi atau pidana. “Sanksi administrasi berupa pembatalan pasangan calon pelaku politik uang dan itu bisa disanksi, hal itu merujuk pada pasal 187 A, apabila sengaja melawan hukum menjanjikan dan memberi uang atau materi lain sebagai imbalan pasti akan ditindak sesuai perundangan yang berlaku,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Reza Andriantoro juga mempertegas, bahwa selain yang memberi uang dengan maksud mengajak memenangkan salah satu calon juga bisa dijerat. “Bukan hanya pemberi, penerima pun hukumannya juga sama, yaitu pidana penjara selama 36 bulan dan paling lama 72 bulan. Ditambah pidana denda Rp 200.000.000 sampai Rp 1.000.000.000,” bebernya.

Baca Juga  Berkat Rumah Zakat, Usaha Mandeg Jadi Kontinyu

Di akhir komentarnya ia manghimbau masyarakat NTB dan umumnya masyarakat Indonesia untuk tidak golput. “Jangan sampai golput, mari gunakan hak suara kita. Partisipasi kita dalam pilkada menentukan nasib bangsa ke depan,” ucapnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.