Pasar Brangbara Beroperasi Setelah Dibangun IPAL dan Listrik

oleh -7 views
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Wirawan Ahmad S.Si MT

SUMBAWA BESAR, SR (21/06/2018)

Pembangunan Pasar Brang Bara Kabupaten Sumbawa telah tuntas dikerjakan pada 9 Januari 2018 lalu. Namun hingga kini pasar modern yang dikerjakan PT Tiba Papua senilai Rp 5,5 miliar lebih ini belum juga beroperasi. Para pedagang yang dulunya menempati pasar tersebut menunggu dalam ketidakpastian.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Wirawan Ahmad S.Si MT yang dicegat usai acara Halalbihalal di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Rabu (20/6) malam, memastikan Pasar Brangbara akan segera beroperasi pada tahun ini. Belum beroperasinya pasar tersebut sejak selesai dibangun Januari lalu, menurut Wirawan, karena ada beberapa hambatan. Seperti belum memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), listrik, lantai parkir representative dan pagar keliling. Sebab anggaran yang dialokasikan dari TP Kementerian Perdagangan Tahun 2017 ini belum bisa mengkafer semua fasilitas tersebut. Namun Wirawan menegaskan fasilitas itu akan dituntaskan dalam waktu dekat mengingat anggarannya sudah ada. “Sebelum berakhirnya tahun 2018 ini semua fasilitas itu sudah lengkap dan Pasar Brangbara akan beroperasi seperti sediakala,” tukasnya.

Jika Pasar Brangbara dipaksakan untuk beroperasi tanpa fasilitas dimaksud maka akan menimbulkan gangguan tidak hanya bagi para pedagang setempat tapi juga pengunjung dan masyarakat sekitar. “Kita ingin pasar itu beroperasi tanpa ada gangguan,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pedagang yang mengisi Pasar Brangbara, Wirawan menyatakan sudah ada yakni semua pedagang lama diakomodir. Tidak boleh ada pedagang lama yang tidak berjualan atau menempati kios maupun los di pasar tersebut. Untuk memastikannya, Bapenda akan melihat berapa ketersediaan tempat dagang dan berapa jumlah peminatnya. Jika tempat dagang lebih banyak dari peminat (di luar pedagang lama) akan diakomodir semua. Tapi sebaliknya jika peminatnya lebih banyak daripada tempat dagang yang tersedia, maka akan diberlakukan sistem undian tentu disertai dengan verifikasi guna memastikan benar-benar pedagang atau tidak.

Baca Juga  Kepala SMAN 1 Plampang Terisi, Kepala SMAN 1 Moyo Utara Dilantik

Di bagian lain, Wirawan menghimbau para pedagang di Pasar Brangbara nanti, untuk tidak menjual atau memindahtangankan los maupun kios yang diberikan. Jika itu terjadi, pihaknya akan bertindak tegas karena larang itu sudah jelas tertera dalam klausul kontrak antara pedagang dan pihaknya selaku pemerintah. Wirawan juga menegaskan dalam menempati los maupun kios Pasar Brangbara tidak dipungut biaya. Ketika ada oknum-oknum yang mengatasnamakan Bapenda atau dirinya selaku pimpinan dengan meminta sejumlah uang kepada pedagang, diharapkan segera melaporkannya ke Bapenda agar dapat diambil tindakan termasuk tindakan hukum. “Tidak ada pungutan-pungutan. Kewajiban pedagang hanya membayar retribusi sesuai dengan jumlah yang tertera di dalam Perda,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.