Halal Bihalal Pemda Sumbawa Dihadiri Utusan Khusus Presiden Jokowi

oleh -12 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/06/2018)

Halal Bihalal yan digelar Pemda Sumbawa pada Tahun 2018 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya kegiatan silaturahim momen Lebaran Idul Fitri 1439 H tersebut dihadiri Prof. Dr. HM Din Syamsuddin MA selaku Utusan Khusus Presiden Joko Widodo untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Republik Indonesia. Tokoh nasional dan ulama dunia ini didaulat untuk menyampaikan tausyiah. Pada acara yang digelar di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Rabu (20/6) malam ini, Prof Din didampingi Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, Wakil Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah, Sekda Drs. H. Rasyidi Mukhtar, Anggota DPRD Provinsi NTB, Nurdin Ranggabarani SH MH, Wakil Ketua DPRD Kamaluddin ST M.Si, Kapolres AKBP Yusuf Sutejo SIK MT, Kajari Paryono SH MH, Ketua TP PKK Sumbawa, dan Ketua GOW, serta dihadiri Asisten Sekda, Pimpinan OPD, Camat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc menyampaikan capaian memasuki tiga tahun pemerintahan Husni—Mo. Menurutnya, sudah cukup banyak kemajuan yang telah dicapai yang perlu terus diawasi, dievaluasi dan dibenahi agar ke depan menjadi lebih baik lagi, karena masyarakat membutuhkan perubahan nyata siapapun pemimpinnya. Kemajuan yang telah dicapai dan cukup membanggakan di berbagai bidang ini diraih sebagai buah kerja keras bersama. Mulai dari bidang ekonomi, sosial dan budaya, kesehatan, pendidikan, bidang inovasi daerah, pembangunan daerah, serta bidang keuangan dan akuntabilitas publik. “Apresiasi tersebut memberi semangat bagi kita semua untuk lebih terpacu meningkatkan kinerja,” ucap Bupati.

Program-program pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas serta kualitas pelayanan kepada masyarakat lanjut Bupati, secara kontinyu akan terus ditingkatkan. Terhadap infrastruktur jalan hingga saat ini kemantapan jalan telah mencapai 66,43% (632,07 kilometer) dari panjang ruas jalan yang berstatus jalan kabupaten sepanjang 951,51 Km. Tahun 2018 ini akan mengerjakan peningkatan jalan sepanjang 50,29 Km dan pembangunan 6 buah jembatan dengan total anggaran Rp 64,3 Milyar.

Selain jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan kabupaten, pada tahun 2018 juga akan dilakukan pembangunan infrastruktur lainnya seperti pembangunan Bendungan Beringin Sila senilai Rp 1,7 triliun yang saat ini sudah masuk proses tender, lanjutan penanganan jaringan jalan akses lingkar utara Kota Sumbawa Besar (Samota), lanjutan penanganan Jalan Garuda, dan Lingkar Utara Kota Alas.

Baca Juga  Dr. Abi Mang Gelontorkan Bantuan untuk Unter Iwis Hampir 2 M

Kemudian dalam rangka penguatan dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah puskesmas yang terakreditasi yang saat ini baru mencapai 10 puskemas. Dan di Tahun 2018 sedang diupayakan 8 puskemas lagi. Disamping itu menyediakan pelayanan poliklinik sore dan ambulance call 24 jam pada Rumah Sakit Umum Daerah. Kemudian soal penyiapan pembangunan rumah sakit daerah yang lahannya telah sediakan di wilayah Sering, Kecamatan Unter Iwis, saat ini sedang dalam proses penyusunan DED. Di bidang telekomunikasi, hampir semua wilayah di Kabupaten Submawa telah dapat mengakses jaringan telepon seluler dengan baik, sehingga  Bulan Maret 2018 lalu Menteri Kominfo datang berkunjung ke Sumbawa sekaligus meresmikan BTS 4 di wilayah Kecamatan Tarano yaitu di Desa Tolo Oi. Selanjutnya terkait dengan upaya peningkatan roda perekonomian masyarakat, pada tahun 2017 dengan total anggaran Rp 10,5 milyar telah merehab Pasar Brang Bara menjadi Pasar Rakyat Modern Tipe C, pembangunan Pasar Utan, Pasar Langam dan Pasar Labuhan Sumbawa, penyusunan DED bagi pembangunan Pasar Seketeng dan Pasar Distribusi Karang Dima, dan pemasangan paving blok di Pasar Empang. Sedangkan tahun 2018 ini, kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp 10,3 milyar untuk lanjutan pembangunan Pasar Utan, Pasar Langam, rehab Pasar Brang Biji, Pasar Plampang, Pasar Empang, dan pengerjaan awal Pasar Distribusi atau Pasar Induk Karang Dima. Di bidang pertanian, kemajuan juga begitu terasa dimana produksi padi terus meningkat, yang menjadikan daerah ini sebagai salah satu lumbung beras yang menopang keberlanjutan program ketahanan pangan secara nasional. Begitu pula dengan produksi jagung, pada pertengahan Bulan Maret 2018 lalu bersama Gubernur didampingi Pangdam IX Udayana, Sumbawa kembali melepas ekspor jagung ke Filipina melalui Pelabuhan Badas. Di bagian lain, Bupati menginformasikan bahwa di Kabupaten Sumbawa akan segera dibangun pabrik pengolahan limbah jagung. Pemda intens melakukan koordinasi dengan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi untuk memantapkan rencana investor Korea Selatan yang akan membangun pabrik tersebut, termasuk pembangunan Dermaga Teluk Santong yang akan menjadi sarana pendukung investasi di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  GM Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok Kini Dijabat Nugroho Jati

Berbagai capaian yang dipaparkan itu ungkap Bupati, adalah sebagian dari progress pembangunan yang telah dilaksanakannya. Namun demikian, masih ada program-program yang belum maksimal. Seperti pengelolaan dana desa di beberapa desa yang masih menyisakan masalah. Kemudian illegal logging, miras dan narkoba, masalah kepemilikan dokumen adminduk serta masalah status gizi yang mengakibatkan tingginya angka stunting (tubuh kerdil) di Kabupaten Sumbawa sekitar 41,9% tertinggi di NTB. “Berbagai persoalan ini tentunya menjadi “pekerjaan rumah” bagi kita semua yang harus segera ditindaklanjuti dan ditemukan solusinya,” tandas Bupati.

Sementara itu, Prof. Dr. HM Din Syamsuddin MA dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa hikmah Idul Fitri berkaitan dengan ibadah ramadhan yang telah ditunaikan sebulan penuh. Pada hakekatnya ibadah ramadhan itu mengandung dua fungsi utama. Pertama, Tazkiyatun Nafs (penyucian diri), mengikis hal buruk dalam diri sehingga terlahirkan sebagai orang yang suci bersih. Kedua, Takwiyatun Nafs  (Penguatan Diri), memperkuat potensi-potensi insane atau kekuatan secara kepribadian. “Idul Fitri merupakan hari raya kesucian dan kita telah kembali ke fitrah kemanusiaan sejati. Namun kata fitri juga kekuatan. Artinya inilah potensi-potensi kemanusiaan, kekuatan insani yang penting bagi manusia untuk menjalani kehidupan ini,” imbuhnya.

Halal bihalal yang digelar ini, menurut Prof Din, sebenarnya bukan merayakan kegembiraan melainkan mengandung nilai penting agar makna ramadhan itu dipelihara dan ditingkatkan sebagai jalan menuju ketaqwaan. Halal bihalal ini sangat penting untuk diamalkan oleh Umat Islam karena mengandung kebaikan terutama silaturrahim. Sebab saat ini umat bangsa terpecah hanya karena perbedaan kepentingan politik, termasuk kepentingan Pilpres. Karena itu harus segera diatasi. “Saya berpendapat tidak selayaknya umat Islam Bangsa Indonesia terpecah belah hanya karena perbedaan kepentingan politik. Silahkan berbeda aspirasi politik, berbeda partai politik, berbeda calon pada Pilkada, Pilgub, dan Pilpres termasuk juga Pileg, tetapi itulah demokrasi. Bisakah kedewasaan berdemokrasi ini kita tampilkan dalam bentuk etika Islam, bersaing dan berlomba dalam kebaikan,” pungkasnya. (JEN/SR/*)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.