Keracunan Asap, 10 Penambang Emas di Soge Sekotong Tewas

oleh -5 views

LOMBOK BARAT, SR (19/06/2018)

Sebanyak 10 orang penambang ilegal di lokasi tambang Gunung Suge, Dusun Slodong, Desa Buwun Nas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB,  dilaporkan tewas, Selasa (19/6) siang tadi pukul 11.00 Wita. Satu per satu korban selamat maupun yang meninggal dunia dievakuasi dan langsung dilarikan ke Puskesmas setempat menggunakan mobil milik warga. Setelah diidentifikasi dan dilakukan pemeriksaan medis, pihak keluarga korban mendesak puskesmas dan kepolisian agar korban segera dipulangkan untuk segera dimakamkan. Keluarga juga menolak dilakukan otopsi atau tindakan medis lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara dari Puskesmas Sekotong, meninggalnya korban diduga akibat keracunan gas yang mengakibatkan korban kekurangan oxygen. Sedangkan luka-luka akibat kekerasan di tubuh korban tidak ditemukan.

Informasi yang diserap media ini mengungkap kronologis kejadian mengerikan tersebut. Seluruh korban merupakan satu kelompok penambang ilegal yang biasa melakukan proses penambangan (mencari emas) di dalam lobang yang sudah tidak bertuan atau telah ditinggalkan oleh pemiliknya. Seluruh korban mulai melakukan proses penambangan masuk ke dalam lubang pada Senin (18 Juni 2018) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat melakukan proses penambangan dirasakan adanya bau asap (barang terbakar). Karena dalamnya lobang mencapai sekitar 200 meter beberapa korban tidak bisa menyelamatkan diri dan meninggal akibat sesak nafas atau kekurangan oxygen. Diperkirakan asal asap dari lobang lain karena antara satu lobang dengan lobang lainnya tembus.

Baca Juga  Masuk Toko Kuras 175 Juta, Aksi Maling ini Terekam CCTV  

Korban yang berhasil menyelamatkan diri adalah Donk, Suhirman, Sukardi (40 th), dan Basri (30)—keempatnya asal Desa Buwun Mas, Sekotong, Lobar. Sedangkan 10 korban meninggal dunia adalah Sapar (45) asal Banyumulek, Judin (35) warga Belongas, Wildan (30) warga Dusun Selodong, Nuri asal Dusun Selodong,  Rudini (28), Kentung (40), dan Menter alias Gonjok—ketiganya asal Serage, Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian Nasri (30), Sulaiman (28) dan Ramli (28) asal Sesauh.

Kepala Desa Buwun Mas, Rohidi S.IP yang dihubungi menyatakan bahwa jumlah korban bisa bertambah, karena proses evakuasi masih berlangsung. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Basarnas untuk membantu evakuasi korban yang masih tersisa. “Untuk pemulangan jenazah korban yang sebagian besar adalah warga Desa Buwun Mas, kami tunggu hasil pemeriksaan dari puskesmas dulu, setelah itu kami akan koordinasi dengan keluarga korban untuk proses pemakamannya,” ujar Rohidi.

Saat berita ini diturunkan suasana Puskesmas Sekotong semakin ramai didatangi warga untuk melihat kondisi jenazah para korban. Sementara pihak kepolisian yang mendapat laporan tentang kejadian ini sudah turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban, melakukan olah TKP, mengidentifikasi korban, dan meminta keterangan saksi-saksi.(SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.