MY Institute: Hanya 27,6% Pemilih Saksikan Debat I Pilgub NTB, Ini PR Bagi KPU

oleh -8 views
Miftahul Arzak, S.Ikom., MA

SUMBAWA BESAR, SR (18/06/2018)

Debat Kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tinggal beberapa hari lagi. Debat terakhir yang akan disiarkan secara langsung Inews TV ini bakal lebih seru dan menarik dibandingkan Debat I yang dilaksanakan 12 Mei 2018 lalu. Namun ada beberapa catatan dalam menyikapi Debat I yang dihadiri empat pasangan calon tersebut terutama terhadap KPU NTB selaku penyelenggara. Hal ini berdasarkan hasil survey MY Institute (MI).

Direktur MI, Miftahul Arzak, S.Ikom., MA kepada SAMAWAREA, Senin (18/6) mengakui jika Debat Kandidat yang dilaksanakan 12 Mei 2018 lalu itu menarik perhatian masyarakat NTB, terutama pemilih yang sudah terdaftar di Pilkada 27 Juni 2018 mendatang. Pasca debat, tepatnya awal Juni 2018, My Institute melakukan survei. Dari total keseluruhan pemilih di NTB, hanya 27,6% yang menyaksikan debat tersebut. Jumlah ini dipengaruhi oleh kurangnya informasi terkait waktu dan pelaksanaan debat. Ia mengamati bahwa informasi terkait debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur masih minim disosialisasikan KPU NTB. Misalnya, informasi waktu pelaksanaan dan tempat menyaksikan debat lebih banyak dishare melalui internet, khususnya media sosial. Padahal, pada survei lainnya MY Institute pernah melihat seberapa besar pengguna internet, yang hanya seperempat dari masyarakat NTB. “Kita seringkali membayangkan beberapa tempat di NTB ini sudah mudah mengakses informasi, sedangkan laporan dari berbagai surveyor survei yang mereka lakukan bertema “Perilaku Memilih Masyarakat di Pilkada NTB 2018” masih banyak masyarakat khususnya di bawah kaki gunung, pelosok dan yang masih belum mendapatkan akses internet bahkan listrik, belum maksimal mendapatkan informasi terkait debat, bahkan Pilkada tahun 2018 ini,” kata Mifta.

Baca Juga  Lawan Covid dari Desa, Polda NTB Luncurkan Lomba “Kampung Sehat”

Inilah yang mengakibatkan minimnya informasi sehingga antusias menonton debat pun kurang. Padahal menurut Mifta, debat inilah salah satu cara pemilih mengenal calon-calonnya. Terutama visi-misi, track record  serta kemampuan calon dalam memahami masalah di NTB. Selain jumlah penonton, MY Institute juga melihat dari 27,6% penonton, hanya 56% yang terpengaruh tayangan debat tersebut. Alasannya karena hampir setengah calon sudah memiliki pilihannya sedangkan sisanya masih mengambang, atau sudah mengetahui calon tapi belum memilih siapa yang akan dicoblos nantinya tanggal 27 Juni 2018. Jumlah ini sebanding dengan hasil survei-survei yang dilakukan oleh lembaga penelitian dalam melihat Pilkada 2018 ini di NTB, bahwa masih ada 30%-an masyarakat NTB yang belum menentukan sikap.

Debat Pilkada sesi kedua tanggal 22 Juni 2018 mendatang tinggal menghitung hari, apakah antusias masyarakat akan tetap sama atau bertambah nantinya. Ini tergantung dari KPU selaku penyelenggara. KPU ujar Mifta, perlu memaksimalkan sosialisasi pra debat. Tidak hanya dari media cetak dan elektronik, tapi lebih diperbanyak dari komunikasi mulut ke mulut. Pasalnya dari hasil survei yang dilakukan MI, jumlah masyarakat berbincang-bincang dengan keluarga dan rekan-rekannya cukup tinggi dibandingkan menggunakan media social, yaitu 52,4%. Misalnya KPU memiliki tim tidak hanya di tingkat kabupaten tapi hingga tingkat kecamatan bahkan desa juga ada. Tim-tim inilah yang dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat menyaksikan debat kedua nanti atau bahkan ada dorongan dari KPU untuk tiap-tiap desa mengadakan nonton bareng, walaupun bisa dibilang waktunya tinggal sedikit tapi dengan cara ini bisa dimaksimalkan untuk membangkitkan antusias masyarakat mengenal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Belajar dari Pilkada NTB 2013 lalu, sambung Mifta, ada 32%-an masyarakat yang Golput. Ini menjadi tantangan KPU apakah dengan debat itu juga dapat meminimalisir angka golput tersebut di Pilkada 2018 nanti. “Pernyataan ini saya tujukan terkait Pilkada 27 Juni 2018 nanti. Bahwa tidak hanya masalah media sosialisasi pra debat saja yang perlu diperhatikan KPU tapi juga sosialisasi untuk mencoblos 27 Juni 2018. Bahwa antusias masyarakat menonton debat bisa jadi berbanding lurus dengan kepemahaman pemilih terhadap calon-calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. seperti yang diawal saya sebutkan masih ada 30%-an masyarakat yang belum bisa menentukan pilihan, bahkan di antaranya ada yang masih belum mengenal calon. Ini tugas bersama, kami dari MY Institute memposisikan diri sebagai rekan KPU untuk menginformasikan terkait kecenderungan jumlah pemilih dan antusias pemilih di Pilkada 27 Juni 2018 nanti dengan menggunakan data,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.