Hilang 7 Hari, Seorang Petani Ditemukan Sudah Membusuk

oleh -40 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/06/2018)

Lokasi persawahan Uma Ai Mual, Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, mendadak ramai. Pasalnya Jumat (15/6) tadi pukul 16.30 Wita atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, ditemukan mayat yang sudah mulai membusuk. Jasad yang masih berpakaian lengkap dan dipinggang kirinya terdapat parang yang masih terikat, diketahui bernama Saipullah (43) petani yang tinggal di RT 002 RW 002 Dusun Batu Tering B, desa setempat.

Informasi yang diserap SAMAWAREA, Saipullah dinyatakan hilang sejak 7 hari yang lalu dan selama itu pula keluarganya, Arifin dan Jamaluddin terus melakukan pencarian. Saat melewati hutan belantara, terdengar gonggongan anjing di sekitar TKP yang kebetulan lokasinya agak terjal. Ketika didekati tercium aroma tak sedap (membusuk). Tak jauh dari mereka ditemukan korban yang sudah tidak bernyawa dengan posisi tengkurap. Keduanya pun langsung menghubungi Kades Batu Tering, Mujiburahman. Selanjutnya Kades mengumpulkan beberapa warga guna mengecek kebenaran informasi tersebut. Pukul 17.50 Wita, kades beserta warga tiba di TKP. Setelah memastikannya, Kades memerintahkan warga mengumumkan melalui corong masjid bahwa korban telah meninggal dunia. Selanjutnya melaporkannya ke Polsek Moyo Hulu. Pukul 19.45 Wita, Kapolsek bersama anggotanya dibantu anggota TNI dari Koramil Moyo Hulu, beranjak ke TKP lalu mengevakuasi jasad korban yang dimasukkan ke kantong mayat. Proses evakuasi itu berjalan alot, karena medan yang dilalui cukup jauh dan terjal. Jasad korban tiba di Batu Tering pukul 20.45 Wita. Setelah dimandikan dan dikafankan, malam itu juga korban dimakamkan.

Baca Juga  Brimob NTB Kerahkan Personil Tangani Pasca Banjir di Tambora Bima

Kapolsek Moyo Hulu, IPTU I Md. Surana yang dikonfirmasi mengatakan, keluarga korban sudah menerima dan mengikhlaskan kematian korban dan menolak dilakukan otopsi. “Pihak keluarga tidak keberatan dengan adanya kejadian yang menimpa korban, serta telah menerima dengan lapang dada kejadian itu. Karena itu mereka menolak dilakukan otopsi atas jasad korban,” ungkap Kapolsek.

Terkait dengan kematian korban, Kapolsek menduga kuat korban terpeleset di tanjakan yang terjal serta terbentur kayu dan batu. Korban sudah meninggalkan rumah pada Hari Sabtu, 9 Juni 2018 untuk mencari ternaknya yang dilepas di sekitar TKP. Sehari kemudian, keluarga korban dibantu Bhabinkamtibmas melakukan pencarian hingga akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa. Kondisi jasad korban sudah membusuk dan beberapa bagian tubuhnya dimakan binatang liar. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.