Warga Desa Duda Resah, Penyiksa Ternak Bergentayangan

oleh -10 views

KARANGASEM, SR (14/06/2018)

Pemilik ternak di Desa Duda, Selat Karangasem, saat kini diliputi keresahan. Pasalnya beberapa ternak mereka menjadi korban penyiksaan yang tidak diketahui identitasnya. Bagian tubuh ternak disayat menggunajkan senjata tajam sehingga ternak itu cacat. Yang menyedihkan lagi rata-rata ternak yang menjadi korban adalah induk yang masih menyusui.

Menurut penuturan I Wayan Merta, 31 tahun asal Dusun Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Selat Karangasem selaku pemilik ternak yang menjadi korban penyayatan tersebut mengatakan, Sapinya tersebut ditemukan pagi hari sekitar pukul 06.45 Wita sudah dalam kondisi mengalami luka sayatan di beberapa bagian tubuhnya seperti pada kaki dan pegelangan kaki sebelah kiri serta kuping sebelah kiri putus. Parahnya lagi, aksi keji ini dilakukan terhadap Sapi yang tengah menyusui anaknya. Tidak hanya itu, beberapa waktu sebelumnya ketika anaknya berusia 17 hari di tempat yang sama juga mengalami hal serupa yakni mengalami luka sayatan pada bagian kaki yang menyebabkan sampai saat ini “Godel” itu tidak bisa berjalan secara benar. “Saya tidak habis fikir, kenapa ada yang tega melakukan ini kepada seekor sapi,” kata Wayan Merta saat ditemui media ini di kandang Sapi belakang rumahnya pada Rabu (13/06).

Ditanya apakah sempat punya masalah sebelumnya ? Merta mengatakan dirinya sama sekali tidak pernah terlibat ataupun punya masalah dengan siapapun di wilayah tersebut. Inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi dirinya apa motif di balik penyayatan Sapinya tersebut yang diduga menggunakan senjata tajam jenis “belakas”.

Baca Juga  Istri Kedua Gorok Suami

Tak terima Sapinya mengalami sayatan tak jelas seperti itu, Merta kemudian membuat surat aduan ke Polsek Selat beberapa saat setelah menemukan sapinya dalam kondisi terluka sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah orangtuanya yang berjarak sekitar 500 meter dari TKP dibantu beberapa warga dengan cara didorong dan diangkat.

Sementara itu, menindaklanjuti aduan tersebut, Unit Reskrim Polsek Selat, IPTU Made Sudihartawan didampingi dua anggotanya siang ini turun ke TKP untuk melihat langsung dan mencari informasi terkait penyayatan sapi tersebut. Menurutnya pelaku penyayatan ini bisa diproses dan dikenakan Pasal 302 KUHP penganiayaan hewan hingga menyebabkan cacat atau luka berat dengan ancaman kurungan hingga 9 bulan. “Ya ini bisa kita proses,” ujarnya.

Di sisi lain pagi ini pemilik sapi mengaku sudah memanggil dokter hewan untuk memeriksakan keadaan Sapi seharga Rp 12 juta tersebut untuk menangani luka lukanya. Untuk melengkapi bukti bukti, polisi juga meminta agar dokter hewan yang memeriksa sapi tersebut membuatkan hasil visum. (SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.