Pembangunan Jalan Lingkar Alas-Alas Barat Belum Mendesak

oleh -28 views

SUMBAWA BESAR, SR (10/06/2018)

Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumbawa, Lukmanul Hakim SAP menilai pembangunan ruas jalan Lingkar Utara Alas—Alas Barat sepanjang 5,19 kilometer dengan lebar sekitar 30 meter, belum begitu mendesak. Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah penataan infrastruktur jalan ruas SJN Labuhan Mapin menuju Mapin Rea sepanjang 3 kilometer. Demikian juga dengan infrastruktur pasar yang masih berdampingan dengan puskesmas. Seharusnya pemerintah memikirkan opsi relokasi puskesmas atau Pasar Alas. “Harus memiliki opsi salah satunya karena keberadaan pasar cukup mengganggu arus lalulintas. Ini disebabkan belum adanya terminal induk di Kecamatan Alas Barat,” ujar Lukman yang juga CEO Media Sumbawa ini dalam keterangan persnya, Minggu (10/6).

Lukman menambahkan bahwa pembangunan jalan lingkar Utara Alas—Alas Barat yang harus membebaskan lahan sekitar 15,57 hektar ini akan menyebabkan alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi pemukiman. Kondisi tersebut bisa berdampak pada penutunan produksi pertanian di Kecamatan Alas dan Alas Barat. “Jadi saya sarankan Pemda harus mengkajian secara mendalam terhadap rencana ini, masih banyak yang lebih prioritas yang mestinya dibangun dengan anggaran Rp 13,8 miliar yang sekarang dianggarkan untuk pembangunan ruas jalan Utara Alas—Alas Barat,” tukasnya, seraya meminta Pemda Sumbawa membuka kembali Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten khususnya RDTR Kecamatan Alas, agar jalan yang sudah dibangun menggunakan biaya besar tidak difungsikan sesuai peruntukannya.

Baca Juga  Menjawab Mitos STP Sumbawa

Seperti diberitakan, rencana pembangunan ruas jalan lingkar utara Alas dan Alas Barat menunjuk progress yang positif. Saat ini Tim Persiapan Pengadaan Tanah yang diketuai Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, mengumumkan pengadaan tanah untuk pembangunan ruas jalan tersebut. Setelah pengumuman penetapan lokasi, selanjutnya Pemda Kabupaten Sumbawa membuat surat permohonan terhadap kelanjutan pengadaan tanah untuk kepentingan umum ke Kanwil BPN NTB. Sesuai rencana ruas jalan Lingkar Utara Alas dan Alas Barat sepanjang 5,19 kilometer dengan lebar sekitar 30 meter. Dari kondisi itu, luas lahan yang dibutuhkan sekitar 15,57 hektar. Dipastikan Bulan Agustus mendatang sudah bisa dilakukan tender apraisal dan usulan pembayaran ganti rugi lahan akan dimasukkan dalam APBD-P 2018. Sesuai hasil perhitungan Feasibility Study (FS), sebut Surbini, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan ruas Jalan Lingkar Utara Alas-Alas Barat ini mencapai Rp 13,8 miliar. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.