Selidik SPPD Fiktif, Semua Anggota Fraksi Gerindra Diperiksa Polisi

oleh -17 views

SUMBAWA BESAR, SR (06/06/2018)

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa kini tengah mendalami kasus dugaan Penyalahgunaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di lingkup DPRD Sumbawa. Mengawali penyelidikannya, penyidik memanggil semua anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi Gerindra. Para wakil rakyat dari Partai besutan Prabowo Subianto ini diperiksa secara marathon di ruang Unit Tipikor, Rabu (6/6).

Pantauan media ini, terlihat ketua dan empat anggota Fraksi Gerindra masuk ke ruang unit Tipikor menghadap Aiptu Sumarlin dan Bripka Novan untuk menjalani pemeriksaan secara bergantian. Mereka adalah Hamzah Abdullah, H. Syamsul Nurdin, Muhammad Faizal, Syarifuddin dan Andi Rusni.

Dicegat usai pemeriksaan, Hamzah Abdullah memilih enggan berkomentar. Sambil berlalu dia mengatakan no coment. Demikian Ketua Fraksi Gerindra, Muhammad Faizal terkesan main kucing-kucingan dengan wartawan. Dia membantah diperiksa polisi dan mengaku keberadaannya di Polres Sumbawa untuk keperluan mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Sikap yang sama ditunjukkan dua anggota lainnya H. Syamsul Nurdin dan Syarifuddin yang langsung ngacir saat melihat wartawan.

Berbeda dengan Andi Rusni SE. Anggota ini dengan sabar meladeni wartawan yang mengerubunginya. Ia membenarkan jika mereka dipanggil untuk diperiksa penyidik Unit Tipikor terkait adanya dugaan penggunaan SPPD yang tidak pada tempatnya. SPPD itu seharusnya digunakan untuk melakukan konsultasi ke DPR RI di Jakarta. Namun, SPPD tersebut diduga digunakan untuk kegiatan partai di Hambalang. “Saya tidak mengikuti agenda tersebut. Karena pada saat yang bersamaan isteri saya melahirkan. Dan saya harus mendampingi isteri saya,” ujar Andis.

Baca Juga  Komplotan Jual Beli motor Curian Lintas Daerah Digulung Polisi

Menurut sepengetahuannya, keberangkatan itu kisaran tanggal 11 sampai 13 April 2018. Dalam hal ini, selain empat orang ketua dan anggota Fraksi Gerindra, juga ada satu orang dari fraksi partai lain. Namun, dia tidak mengetahui siapa anggota tersebut. Dia ikut diperiksa, karena menurut laporan ke Polres Sumbawa, semua anggota Fraksi Gerindra berangkat. “Tapi saya tidak berangkat karena istri melahirkan. Jadi nama saya tidak tercantum dalam SPPD itu,” akunya.

Anggota DPRD yang dikenal vokal ini mengungkapkan, biaya perjalanan dinas ini sekitar Rp 12 juta per orang. Memang diakuinya, SPPD ini seharusnya digunakan untuk kepentingan DPRD Sumbawa, bukan untuk kepentingan partai.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Zacky Maghfur, SIK yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa dia tidak bisa berkomentar terkait adanya pemeriksaan itu. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.