BNN Sumbawa Rehab Bocah Kecanduan Shabu dan Tramadol

oleh -34 views

SUMBAWA BESAR, SR (04/06/2018)

Semua orang tua menginginkan anak-anaknya memiliki masa depan yang cerah. Itulah harapan seorang ibu yang tinggal di Desa Labuan Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa. Ia ingin anaknya kembali normal dan tidak lagi kecanduan narkoba dan tramadol. Karena itu ibu yang bekerja di salah satu instansi pemerintah ini meminta bantuan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa untuk merehabilitasi putranya, HB–bocah yang masih berumur 14 tahun.

Kepala BNN Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Dayamas, Nursyafruddin, A.Md yang dihubungi SAMAWAREA, Senin (4/6) mengapresiasi langkah orang tua dalam upaya memperbaiki kondisi anak-anaknya agar tidak semakin parah atau menjadi pecandu narkoba berat. Apalagi HB masih di bawah umur dan masa depannya masih panjang. Untuk diketahui, HB mulai kenal dengan barang-barang haram sejak tiga tahun lalu atau ketika dia masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar (SD). Saat itu dia mencicipi shabu dan terus berlangsung sampai sekarang. Frekuensi pemakaian shabu dalam sebulan bisa sampai 3—4 kali. Terakhir menggunakan shabu dan tramadol tiga hari sebelum datang melakukan rehab ke BNN Kabupaten Sumbawa. Saat ini ungkap Nursyafruddin, kliennya tersebut merasakan sakit-sakitan di leher bagian belakangnya. Kini HB menjalani assessment mendalam oleh konselor di Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir. HB yang didampingi ibunya dan diantar Taufik Hidayat (Staf Sie Rehabilitasi BNN Kabupaten Sumbawa) ini ditangani Wisudianti Putri P, M.Psi yang merupakan Psikolog RS HL Manambai Abdul Kadir.

Baca Juga  Begal Ganas Dihadiahi Timah Panas

Sejauh ini kata Nursyafruddin, sudah lebih dari 100 orang pecandu narkoba yang secara sadar datang untuk direhabilitasi. Ini tidak terlepas dari gencarnya BNN Sumbawa melakukan sosialisasi dengan penekanan hak dan kewajiban pecandu. Haknya direhabilitasi, kewajibannya melaporkan diri. Rehabilitasi melalui BNN digratiskan. Untuk rehabilitasi ini, dapat dilakukan di Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA). Rumah sakit yang berlokasi di KM 7 Sumbawa ini menjadi salah satu dari tiga rumah sakit di Indonesia yang mengantongi izin Menteri Kesehatan untuk melayani rehabilitasi narkoba. Nantinya rehabilitasi tersebut juga dapat dilayani di RSUD Sumbawa dan 5 puskesmas di daerah ini yang dalam waktu dekat akan mengantongi izin dari Menkes. Selain itu BNN Sumbawa segera memiliki Klinik Pratama BNN untuk menangani para pecandu narkoba. “Rehabilitasi ini upaya BNN memperkecil peredaran dan pengguna narkoba. Banyak pengguna maka akan banyak permintaan yang pastinya banyak peredaran. Karena itu BNN berusaha untuk merehab pengguna guna meniadakan permintaan. Ketika permintaan tidak ada maka peredaran akan hilang,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.