Terlibat Kampanye Paslon, Oknum Kades dan Guru Dituntut Denda

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (22/05/2018)

Kades Lape Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa, Johar Arifin, dituntut pidana denda sebesar Rp 4 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Sumbawa, Senin (21/5) sore. Tuntutan ini dibacakan JPU Arin P Quarta SH di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Dwiyantoro SH didampingi dua hakim anggota Luki Eko Andrianto, SH., MH dan I.G.L. Indra Panditha, SH., MH. Jika denda ini tidak dibayarkan maka oknum Kades yang menjadi terdakwa kasus tindak pidana pemilu (Tipilu) tersebut akan menjalani kurungan penjara selama dua bulan.

Terdakwa tindak pidana pemilu yang disidangkan pada hari yang sama adalah Abdullah—oknum guru di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Untuk sidang dengan terdakwa Abdullah ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Ricki Zulkarnaen, SH., MH beranggotakan Faqihna Fiddin, SH dan I.G.L. Indra Panditha, SH., MH. Agendanya pun sama yakni pembacaan tuntutan oleh JPU Agung Pambudi SH. Seperti halnya oknum Kades Lape, oknum guru ini juga dituntut denda Rp 4 juta. Kedua terdakwa ini didakwa dengan pasal 188 juncto pasal 71 ayat 1 undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Atas tuntutan JPU, kedua terdakwa meminta majelis hakim untuk memberikan keringanan hukuman. Sidang pun dilanjutkan 23 Mei mendatang dengan agenda putusan hakim.

Baca Juga  Bawa Pesanan Shabu, Pengedar Narkoba Dicokok

Seperti diberitakan, oknum kades dan oknum guru ini dilaporkan Panwas terlibat dalam kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Keduanya diproses karena mengarahkan masyarakat untuk memilih pasangan calon tertentu. (JEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.