Tim Pencerah Nusantara V Wujudkan KSB Daerah Sejuta Kelor

oleh -25 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (02/05/2018)

Program Pencerah Nusantara adalah terobosan yang diinisiasi Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Millennium Development Goals (KUKP-RI MDGs) yang bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui penempatan generasi muda di daerah perifer di Indonesia.

Pencerah Nusantara terdiri dari sekelompok tim kesehatan terpilih dan terlatih (dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat dan pemerhati kesehatan dari berbagai latar belakang akademis) yang bersedia mengabdikan diri selama 1 tahun untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di pelosok Indonesia. Pada tahun 2017 lalu Kabupaten Sumbawa Barat menjadi tujuan Program Nusantara V dengan kru Fatmawati sebagai Dokter Gigi, Dokter Dewi, Perawat Tania, kesehatan Masyarakat Citra, dan sosiolognya Rifki, membawa lima program unggulan yaitu program Omkino, Program Gizi, Program Serdadu Tano, program Nakes Prima, program Poto Tano Ramah Jiwa. Programnya dipusatkan di Kecamatan Poto Tano, dan April 2018 kegiatan Nusantara V berakhir yang dilanjutkan oleh Nusantara VI.

Ditemui media ini Fatmawati selaku Ketua Tim Nusantara V menyampaikan rasa bangganya terhadap Kabupaten Sumbawa Barat yang luar biasa dan selalu mendukung setiap program mereka sehingga lima program yang dibawa berjalan lancar terutama di program Gizi dengan nama kegiatan Revitalisasi Posyandu dan Kelorisasi. Kenapa program Gizi, karena di Indonesia masih sangat ditekankan tentang  Gizi untuk menunjang tumbuh kembang anak, dengan kegiatan kelorisasi Kabupaten Sumbawa Barat ini juga merupakan salah satu kabupaten yang masih memiliki permasalahan gizi bayi dan balita. Di daerah Sumbawa Barat khususnya Kecamatan Poto Tano yang merupakan wilayah kerja Pencerah Nusantara, tanaman ini juga sangat sering ditemukan. “Hampir di sepanjang jalanan di wilayah ini dapat kita temui tanaman yang disebut sebagai pengentas masalah kelaparan di Somalia bahkan disebut sebagai Miracle of Tree. Bukan hal yang baru bagi penduduk Sumbawa Barat untuk mengonsumsi daun kelor, mereka sudah sangat terbiasa mengolahnya menjadi sayur bening. Kabupaten Sumbawa Barat juga terkenal dengan daerah yang melimpah tanaman kelornya. Kelor dapat ditemui di sepanjang jalan di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, bahkan tumbuh dengan liar tanpa pemeliharaan. Tetapi dengan jumlah tanaman kelor yang melimpah, pengolahan tanaman kelor hanya berhenti pada olahan sayur bening dan berfungsi sebagai tanaman pagar,” paparnya.

Baca Juga  Gubernur NTB Motivasi Anak Muda Desa Jenggala

Melihat potensi kelor yang tinggi sebagai bahan makanan bergizi, tim Pencerah Nusantara Sumbawa Barat bersama dengan Puskesmas Poto Tano menciptakan inovasi pengolahan makanan berbahan dasar pangan lokal untuk memenuhi intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bayi dan balita di Posyandu. Namun, siapa sangka program kelor ini menarik perhatian pemerintah daerah Sumbawa Barat. Melalui Rencana Aksi Pangan dan Gizi Daerah (RAPGD) yang digarap oleh BAPPEDA Kabupaten Sumbawa Barat, program Kelorisasi diangkat menjadi program daerah. Bukan hanya dari kesehatan, Pemda juga menggandeng beberapa dinas terkait di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Koperasi, Dinas Pertanian, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten.

Program Kelorisasi kini menjelma menjadi program lintas sektor kabupaten, bahkan kini telah diatur pelaksanaannya dalam Peraturan Daerah tentang Program Pelestarian Kelor dengan tema GEMARI KELOR (Gerakan Masyarakat Menanam dan Melestarikan Kelor). Perda ini menghimbau masyarakat untuk menanam minimal 2 pohon kelor di setiap pekarangan rumah. Kini, Daerah Sumbawa Barat semakin hijau dengan tanaman-tanaman pekarangan di antaranya kelor bahkan daerah ini disebut-sebut sebagai daerah sejuta kelor. Inovasi-inovasi olahan kelor terus dikembangkan oleh TP PKK Kabupaten Sumbawa Barat. Berbagai olahan dapat dinikmati masyarakat di antaranya nugget kelor, pudding kelor, brownies kelor, dan banyak varian lain. Selain menghasilkan jenis makanan ini, kelor juga telah diolah sebagai tepung. Berdasarkan penelitian yang telah banyak dilakukan menyebutkan bahwa serbuk kelor memiliki kandungan nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelor basah. Kini produk-produk makanan ini telah menjadi salah satu Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) yang dapat meningkatkan daya ungkit ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Satu Jamaah di KSB Pingsan Saat Sholat Jum’at, Warga Panik

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Hj. Erna Idawati SE mengaku dinasnya sangat terbantu dengan adanya Pencerah Nusantara Lima. Programnya sangat luar biasa terutama program kelorisasi, yang menjadi program besar di Kabupaten Sumbawa Barat. “Kami sangat bersemangat untuk terus mengembangkan kelorisasi dengan melakukan inovasi dalam pengolahan kelor itu sendiri, kami juga berterimakasih kepada tim Penceramah Nusantara yang telah membantu Puskemas Poto Tano menjadi rumah sakit yang akreditasinya paripurna,” ujarnya.

Untuk diketahui Pencerah Nusantara VI akan melanjutkan program Tim Pencerah Nusantara V. Taufik Kurniawan selaku Ketua Tim Pencerah Nusantara VI menjelaskan bahwa program yang dibawa tim lanjutan ini untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan oleh tim Penceramah Nusantara V, agar program berjalan kontinyu sesuai dengan harapan masyarakat. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb