Home / Ekonomi / Pembangunan Smelter di KSB Buka Lapangan Kerja Baru

Pembangunan Smelter di KSB Buka Lapangan Kerja Baru

SUMBAWA BARAT, SR (19/04/2018)

Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris menekankan dampak pentingnya pembangunan smelter di PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) akan membuka ribuan lapangan pekerjaan baru di sektor perusahaan pertambangan, khususnya di wilayah Sumbawa Barat. “Pembangunan smelter akan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Industri akan tumbuh, pegiat UMKM ikut bangkit, dan tersedianya ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal di pabrik pengolahan konsentrat (smelter) tersebut,” ungkap Andi Yuliani usai pertemuan dengan jajaran Direksi PT. AMNT didampingi Bupati Sumbawa Barat, dalam rangka Kunjungan Kerja Panja Freeport Komisi VII DPR RI, di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (17/4) kemarin.

Politisi Partai Amanat Nasional ini menengarai, setidaknya dibutuhkan sekitar 13.000 pekerja di area pabrik smelter yang akan dibangun PT. AMNT. Dirinya juga menegaskan agar kelak para pekerja berasal dari masyarakat lokal, dan tidak ada lagi impor pekerja asing dari proses pembangunan hingga beroperasi. “Kami sudah melihat adanya proses penyiapan lahan (land clearance), yang paling banyak membutuhkan waktu. Target akhir tahun 2018 persiapan lahan akan selesai, karena lahan siap, AMDAL juga sudah, surat-surat dan dokumen lengkap. Tinggal proses ground breaking yang mudah-mudahan bisa segera dilakukan,” optimis Andi Yuliani.

Bahkan, banyak investor yang tertarik bergabung dalam pembuatan smelter ini. Antara lain teknologi yang rencananya didatangkan dari Finlandia, sementara untuk pembiayaan dari Kanada, Jepang, Jerman dan beberapa negara lainnya sudah mengajukan diri berminat untuk menanamkan investasinya. “Pemerintah harus memberikan kemudahan-kemudahan investasi bagi para pemberi kredit dari pihak asing dalam membangun smelter di Indonesia,” ujar legislator dapil Sulawesi Selatan II ini.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat W. Musyafirin yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan perihal permintaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sekitar 100 hektar untuk pembangunan smelter PT. AMNT secara umum tidak ada masalah, dan sudah selesai, termasuk AMDAL yang dibutuhkan. “Potensi konflik dalam masyarakat juga relatif tidak ada, masalah perizinan saat ini sudah bukan lagi hitungan bulan, minggu atau hari, tapi per jam kita kebut,” pungkas Musyafirin. (JEN/SR/*)

Lihat Juga

Gubernur Kembali Ajak ASN Tingkatkan Silaturrahim

MATARAM, samawarea.com (10/7/2020) Tidak berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kali ini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *