Wakil Bupati ke Sampar Maras Peringati Pemilik Cafe

oleh -26 views

SUMBAWA BESAR, SR (23/03/2018)

Setelah sejumlah café di Batu Guring, Kecamatan Alas Barat, telah diratakan dengan tanah, kini café di lokasi Sampar Maras, Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa, bakal menjadi sasaran berikutnya. Sebelum mengambil tindakan para pemilik café di lokasi tersebut, diberikan peringatan. Peringatan untuk menutup aktivitas hiburan malam di Sampar Maras ini langsung disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Jumat (23/3) tadi.

DPRD

Saat mendatangi para pemilik café di Sampar Maras, Wabup didampingi Ketua MUI Drs. H. Nadi Husain, Ketua FKUB Drs H Umar Hasan, Kabag Ops Polres Sumbawa Kompol Jamaluddin, Kasat Pol PP H Mas’ud S.Sos, Ketua PWI Jamhur Husain, Camat Badas dan para Kades se Kecamatan Badas. Selain memberikan peringatan, Pemda Sumbawa memasang papan peringatan di lokasi tersebut berisi Peraturan Daerah tentang Bangunan, Perda tentang Asusila dan Perda tentang Minuman Beralkohol.

Kadis Pol PP Sumbawa, H. Mas’ud S.Sos yang dihubungi SAMAWAREA, menyebutkan ada 35 café yang beroperasi di Sampar Maras. Selama ini café tersebut beraktivitas sebagai hiburan malam dan tidak jauh beda dengan café-café di Batu Guring yang kini telah diratakan dengan tanah. Melalui pendekatan yang dilakukan Wakil Bupati Sumbawa, ungkap Haji Mas’ud, para pemilik café sadar dan bersedia menghentikan total aktivitasnya. Mereka hanya meminta waktu satu minggu untuk mengemasi dan mengevakuasi barang-barang yang berkaitan dengan operasional café. Mengenai bangunannya, Haji Mas’ud mengaku pemiliknya akan mengalihfungsikan peruntukannya. Ada yang ingin menjadikan bangunan sebagai tempat usaha sarang burung wallet, home stay hingga tempat hiburan atau permainan anak-anak. “Pemda tidak melarang sepanjang usaha yang digeluti tidak melanggar hokum dan tidak meresahkan masyarakat. Bahkan pemerintah akan memberikan dukungan,” ucap Haji Mas’ud.

Baca Juga  Kapolres Sumbawa Nilai Sikap Sekda Tidak Etis

Para pemilik café pun sudah menyepakatinya dan membuat surat pernyataan. Mereka juga telah memulangkan para pekerjanya (waitress). “Ini akan terus pantau,” demikian Haji Mas’ud. (JEN/SR)

DPRD DPRD