Mata dan Tolo Oi Kini Bisa Akses Media Online SAMAWAREA

oleh -23 views
Menteri Kominfo RI Rudiantara saat bersama Pimred Media Online SAMAWAREA

Tidak Lagi Naik Gunung Cari Sinyal

SUMBAWA BESAR, SR (19/03/2018)

Keterisoliran informasi dan komunikasi di sejumlah daerah terpencil wilayah Kabupaten Sumbawa berhasil diretas pemerintahan HM Husni Djibril B.Sc—Drs. H. Mahmud Abdullah. Sebab hampir semua desa terpencil dan sangat terpencil telah dijamah infrastruktur telekomunikasi. Di antaranya Desa Mata dan Desa Tolo Oi—dua desa terpencil yang berada di perbatasan Sumbawa—Dompu. Meski secara administrative berada di wilayah Kabupaten Sumbawa, namun untuk menjangkau dua desa itu harus melalui Kabupaten Dompu. Selama ini untuk berkomunikasi menggunakan handphone masyarakat setempat harus bersusah payah naik gunung mencari sinyal. Itupun hanya bisa menelepon dan mengirim SMS (pesan singkat). Tapi dengan dibangunnya infrastruktur telekomunikasi berupa BTS 4G di wilayah Tolo ‘Oi, bukan hanya tidak lagi naik gunung untuk mencari sinyal, tapi masyarakat sudah bisa main facebook, twitter, dan membaca berita-berita menarik di media online SAMAWAREA, bahkan bisa mengirim gambar maupun video kepada orang yang berada di belahan dunia lain. Hal ini setelah Menteri Kominfo meresmikan BTS 4G tersebut di Tolo Oi, Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa, Sabtu (17/3) kemarin. Untuk mencapai lokasi tersebut, Menteri Rudiantara menggunakan helicopter, setelah meresmikan akses internet yang sama di Desa Uma Beringin Kecamatan Unter Iwis.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengatakan, bahwa saat ini sektor infrastruktur tengah menjadi prioritas Presiden Joko Widodo. Berbagai proyek infrastruktur dibangun untuk meningkatkan perekonomian dan menarik sektor investasi. Istilah infrastruktur identik dengan jajaran dan jabatan, padahal telekomunikasi juga masuk di dalamnya. Bahkan infrastruktur telekomunikasi adalah bagian dari ekonomi dunia. Karena itu pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo menyiapkan sarana dan prasarana telekomunikasi untuk mengisi blankspot khusus wilayah terluar dan wilayah terencil termasuk kini di beberapa daerah terpencil wilayah Kabupaten Sumbawa di antaranya Tolo Oi.

Baca Juga  Kabur dari RSUD Praya, Pasien Positif Covid Ditemukan di Persawahan  

Pada tahun 2017 ungkap Wabup, pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima alokasi bansos dari Kementerian Kominfo berupa bangunan menara telekomunikasi daerah terpencil sebanyak 7 desa. Yakni, Desa Senawang Kecamatan Orong Telu, Desa Sempe Kecamatan Moyo Hulu, Desa Mata dan Desa Tolo’oi Kecamatan Tarano, Desa Tangkam Pulit dan Desa Bao Desa Kecamatan Batu Lanteh, Sampar Bontong Desa Emang Lestari Kecamatan Lunyuk. “Ini adalah desa pinggiran, desa yang akses komunikasinya terisolir. Dan rata-rata di desa-desa ini masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Termasuk kategori sangat miskin,” bebernya.

Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kominfo yang telah meretas salah satu permasalahan di daerah terpencil ini dengna membuka akses komunikasi. Dengan keberadaan akses internet, Desa Tolo Oi dan desa terpencil lainnya bisa mengakses segala potensi yang dimiliki. Apalagi Tolo Oi dikenal memiliki potensi peternakan dan pertanian yang luar biasa. “Kami berharap dengan diresmikan BTS 4G ini akan mendorong potensi-potensi yang ada agar dapat berkembang dengan cepat berimbas baik bagi investor untuk berinvestasi di daerah ini juga mendorong berkembangnya fasilitas di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI H Syafruddin ST yang kebetulan mendampingi Menteri Kominfo, menyatakan bahwa dia bertanggung jawab untuk kemajuan rakyat di Pulau Sumbawa termasuk Tolo Oi. Karenanya ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo yang menjadi mitranya di Komisi I DPR RI. “Pembangunan infrastrutur telekomunikasi ini menunjukkan kepedulian pemerintah pusat. Sampaikan salam kami kepada Bapak Presiden atas perhatian kepada kami yang jauh dari Jakarta. Dengan adanya menara BTS 4G ini insya Allah kami dapat berkomunikasi dengan keluarga kami yang mungkin tidak dekat,” ujarnya seraya mengajak masyarakat untuk menjaga pemberian pemerintah agar dapat bermanfaat dalam jangka panjang. (JEN/SR/Advertorial)

iklan bapenda