Menteri Kominfo RI Resmikan Akses Internet di Desa Uma Beringin

oleh -17 views

Sumbawa Butuh 222 Akses Internet

SUMBAWA BESAR, SR (17/03/2018)

Masyarakat dan pemerintah desa di Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa, semakin melek Informasi dan Teknologi (IT). Pasalnya pemerintah memberikan akses internet secara gratis dengan membangun fasilitasnya. Akses internet gratis ini sudah bisa dinikmati setelah Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia, Rudiantara meresmikannya yang ditandai dengan penandatanganan prasasti di Taman Kerato, Sumbawa, Sabtu (17/3). Hadir pada acara tersebut Anggota Komisi I DPR RI, Wakil Bupati Sumbawa, Dirjen PDT, Direktur Utama Lintasarta, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sekretaris Daerah, Anggota Forkopimda, Direktur DataCom Lintasarta, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTB, Pimpinan OPD dan para Camat.

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutan penerimaannya menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kominfo RI beserta segenap jajaran, karena sepanjang Tahun 2016 dan 2017 Kabupaten Sumbawa telah memperoleh alokasi bantuan akses internet program USO sebanyak 67 unit. Progam ini teralokasikan untuk 26 Kelompok Informasi Masyarakat dan Kampung Media, 24 layanan publik kecamatan, 14 akses layanan pendidikan (sekolah), 2 akses layanan kesehatan (puskesmas) dan 1 akses layanan ketenagakerjaan (LLK Disnakertrans).

Disampaikan pula bahwa akses internet yang telah diberikan Kementerian Kominfo mampu menjawab sebagian harapan masyarakat di beberapa wilayah yang mengharapkan akses informasi yang cepat, tepat dan produktif. Saat ini, Kabupaten Sumbawa masih membutuhkan 222 akses internet untuk sarana pelayanan dasar, kantor desa, kelompok informasi masyarakat, sekolah puskesmas dan kelompok ekonomi kreatif masyarakat, khususnya untuk menunjang transformasi informasi yang cepat dan akurat pada Pilkada, Pileg dan Pilpres mendatang, yang sudah berbasis teknologi informasi (IT).

Sejak Tahun 2016, Pemkab Sumbawa telah menginisiasi terbentuknya 24 KIM dan 4 Kampung Media. Mengingat informasi tidak hanya berasal dari instansi pemerintah atau lembaga formal lainnya, tetapi masyarakat juga dapat memproduksi dan menjadi penyebar informasi kepada sesama. Seperti yang dikelola dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Kampung Media yang ada di Kabupaten Sumbawa. Dalam konteks tersebut Pemda melalui instansi terkait bersinergi dan berupaya melakukan pembinaan agar KIM semakin efektif dan berkembang, sehingga mampu memproduksi dan menyebarkan informasi yang bermanfaat, mampu menjadi wahana improvisasi inovasi lokal desa/kelurahan, serta promosi potensi desa/kelurahan melalui sarana digital. Bahkan keberadaan KIM dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintahan desa yang bersih dan transparan, mensosialisasikan pembangunan desa, penyebaran informasi terkait berbagai produk-produk kreatif masyarakat desa, termasuk pengembangan seni budaya dan pariwisata, serta mendorong pengembangan potensi desa lainnya.

Baca Juga  Program BBM 1 Harga Diluncurkan di Sumbawa

Pemda Sumbawa ungkap Wabup, akan berupaya ke depan agar KIM dapat terbentuk di seluruh desa, yang tentunya dengan dukungan sarana akses internet dari Kementerian Kominfo, dan tetap mengharapkan dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kominfo RI. Dukungan ini agar kekurangan akses internet di Kabupaten Sumbawa tetap menjadi perhatian dan prioritas, dengan terus mendorong pertumbuhan daerah melalui pemanfaatan program-program kegiatan Kementerian Kominfo.

Menteri Rudiantara dalam arahannya menyampaikan bahwa di era teknologi informasi sekarang ini, informasi bukan sekedar pelengkap, namun sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar, baik dalam pengelolaan birokrasi maupun dalam kehidupan masyarakat secara luas. Karena itu masyarakat dituntut untuk melek terhadap informasi. Selain agar selalu up to date, informasi juga memberikan kesempatan membuka peluang baru untuk mencapai kemajuan dalam berbagai bidang.

Disampaikan juga bahwa di Kabupaten Sumbawa sudah ada 55 jaringan internet yang dibiayai oleh Kominfo dengan mensubsidi rata-rata Rp 500 juta per tahun, dengan nomimal sekitar Rp 25 milyar untuk internet, selain sinyal. Hal tersebut dilakukan agar terjadi percepatan aktivitas ekonomi di daerah-daerah tertinggal. Menteri Rudiantara juga menyampaikan kepada anak-anak didik yang hadir untuk benar-benar memanfaatkan internet sebagai akses untuk memperoleh ilmu, pengetahuan dan informasi. Menkominfo menekankan bahwa semua upaya yang dilakukan pemerintah merupakan langkah awal yang sangat penting menuju Indonesia yang semakin baik pada Tahun 2030. “Anak-anak usia belasan tahun (teens) saat ini, yang akan berperan mengendalikan negeri ini pada saat puncak bonus demografi pada Tahun 2030, dan merupakan tanggung jawab kita bersama mempersiapkan sebaik mungkin, sehingga dapat menjadi orang-orang yang betul-betul mampu membawa Indonesia mencapai masa kejayaan,” lanjut Menteri.

Baca Juga  Soal Tudingan UNSA, Ini Jawaban Direktur STP  

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rudiantara juga meminta dukungan agar pemerintah pusat bisa mengeksekusi Nawacita (agenda prioritas) nomor 3 Pemerintahan Jokowi JK yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Menteri Kominfo juga ikut menyaksikan penyerahan bantuan CSR dan sertifikat pelatihan internet sehat yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2018 di Kantor Desa Uma Beringin oleh Direktur Utama Lintasarta kepada penerima CSR dengan kriteria lokasi akses internet yang memiliki SLA dan traffic tertinggi di Kabupaten Sumbawa. Bantuan yang sama itu juga diberikan kepada perwakilan peserta siswa sekolah. Yaitu Kepala Desa Uma Beringin, Perwakilan Kantor Desa dan Kepala Desa Pukat, dan Perwakilan dari SMKN 1 Lenangguar. Dalam acara tersebut juga dilakukan ujicoba internet dengan video call ke akses internet yang berada di Desa Kukin. Di sela-sela kunjungannya Menkominfo juga melakukan peninjauan UKM PKK Desa Uma Beringin dan ruang KIM di Kantor Desa Uma Beringin. (JEN/SR/Advertorial)

iklan bapenda