Dana BOS Triwulan I 2018 Cair 11,7 Miliar

oleh -11 views
Kasubag Tugas Pembantuan, Mohammaf Husnul Alwan, S.Ag

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN PROGRAM  SUB BAGIAN TUGAS PERBANTUAN DIKBUD KABUPATEN SUMBAWA 

SUMBAWA BESAR, SR (15/03/2018)

Setelah menunggu cukup lama, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Triwulan I tahun 2018, akhirnya cair. “Alhamdulillah, sudah cair. Silakan sekolah melakukan pencairan ke bank dengan membawa Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) masing-masing,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa melalui Kasubag Tugas Pembantuan, Mohammaf Husnul Alwan, S.Ag, belum lama ini.

Untuk TW I ini sebut Alwan—sapaan akrabnya, berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah (NPH) total dana BOS yang dicairkan sebesar Rp 11.728.840.000. Rinciannya, SD swasta mendapat alokasi Rp  234.560.000 dengan siswa penerima 1.466 orang dari 8 SD swasta. SD negeri menerima jatah Rp 7.545.280.000 untuk 47.158 siswa dari 361 sekolah. Untuk jenjang SMP swasta ada 12 sekolah dengan total Rp 209.200.000. Siswa penerimanya mencapai 1.046 orang. Sedangkan tingkat SMP negeri sebanyak 93 sekolah. Total dana BOS yang diperoleh Rp 3.739.800.000, dengan jumlah siswa penerima sebanyak 18.699 orang.

Sejauh ini sebagian besar sekolah penerima sudah melakukan pencairan, terutama yang sudah membuat RKAS. Ada sebagian kecil sekolah yang belum menerima karena belum menyelesaikan RKAS. Itu terjadi kemungkinan penyusunan RKAS ini belum final dilakukan oleh sekolah bersama komite dan guru. Ia berharap sekolah segera menyelesaikan penyusunan RKAS-nya agar dana BOS triwulan I ini dapat dimanfaatkan, sehingga pada pertengahan April nanti, laporan pengunaan dana BOS itu sudah bisa dirampungkan. Setelah ada laporan penggunaan dana BOS triwulan I, maak sekolah bersangkutan dapat mnencairkan dana BOS triwulan II. Mengingat laporan penggunaan dana BOS tersebut, harus disusun kembali oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  Guru Sertifikasi Wajib Baca

Lebih lanjut Alwan mengatakan, pencairan dana BOS I ini memang mengalami sedikit keterlambatan. Ia tidak mengetahuinya secara pasti penyebabnya. Namun, ia menduga kondisi tersebut terjadi karena masalah tehnis antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat. “Bagi sekolah yang sudah mencairkan kami berharap dapat digunakan sesuai Juknis. Belanjakan dana BOS ini sesuai prioritas. Kalau sudah cair segera buat laporan pengunaan dana BOS triwulan I, supaya tidak ada kendala lagi dalam pelaporan ke Bendahara Umum Daerah dalam hal ini Badan Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah,” pungkasnya. (JEN/SR/*)

iklan bapenda