Pariwisata Cepat Maju, Syaratnya Jadikan Sumbawa yang Original

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/03/2018)

Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk membangun pariwisata di Kabupaten Sumbawa. Mulai dari gencarnya promosi hingga menggelar berbagai event pariwisata, salah satunya Festival Pesona Moyo yang tahun ini telah masuk menjadi agenda nasional. Selain itu masing-masing kecamatan memunculkan potensi dan ikon daerahnya untuk dikembangkan dan diharapkan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang bahkan berinvestasi. Meski demikian pengembangan pariwisata di Tana Intan Bulaeng—sebutan Sumbawa yang dikenal kaya sumberdaya alam ini, melambat. Potensi ada namun tidak tergarap secara maksimal. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Sumbawa Biodiversity bekerjasama dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mendatangkan M. Nurdin Razak S.Sos., M.Si—Pakar Ekowisata Indonesia dan Wildlife Photographer, Selasa (13/3) kemarin.

DPRD

Ditemui SAMAWAREA usai Talkshow di Oase Sumbawa, Nurdin menyatakan mengembangkan pariwisata di Sumbawa sangat murah dan mudah. Dari sisi adat budaya, alam, kuliner dan kehidupan sosialnya sangat mendukung dan merupakan potensi luar biasa. Yang harus segera dieksekusi, ungkap Nurdin, bagaimana membuat sistem atau pola pendidikan di masyarakat. Ini menjadi tugas bersama secara sinergis semua stakeholder, universitas, pemerintah, pemangku adat dan didukung literasi yang kuat dari para budayawan. Tidak ada alasan lagi untuk memilih potensi mana yang cocok untuk dikembangkan, karena sebenarnya pasar itu sudah membidik Sumbawa. Buktinya banyak orang asing atau wisatawan yang sudah mulai menikmatinya. Ada tingkat kenyamanan para turis ini untuk berkeliling atau melakukan city tour mulai mengunjungi Istana Dalam Loka dan menikmati jajanan di pasar. Ini sudah menjadi ‘atraksi’ kegiatan aktivitas wisata yang dinilainya menarik dan sangat luar biasa. “Tinggal bagaimana mengemas ini dengan sinergitas leading sektor terkait dengan masyarakat dan pemangku adat. Kalau ini sudah sinergi, ini berlangsung sangat cepat tidak lagi membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun. Sebab proses pendidikan masyarakat terpola dengan sinergitas itu menurut saya lebih cepat dibanding kita bekerja sendiri-sendiri,” kata Dosen Universitas Airlangga ini.

Baca Juga  KPU KSB Lantik 40 Anggota PPK

Disinggung mengenai konsep agar Sumbawa tidak hanya menjadi daerah limpahan wisatawan dari Lombok dan Bali, melainkan menjadi daerah tujuan wisata, Nurdin yang sukses menjadikan Baluran Banyuwangi sebagai daerah wisata ini, menyebutkan syaratnya hanya satu. Adalah menjadikan Sumbawa yang Sumbawa original. Sumbawa tidak perlu mengikuti Lombok apalagi Bali. Sebab sumbawa memiliki otensitas, originalitas, dan kekuatan unik. Salah satunya sarkofagus yang berada menyebar di beberapa wilayah di antaranya Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu. Ini sangat luar biasa, namun sayang belum dikemas. Kemasan itu menurut pemilik Baloeran Ecolodge ini bukan pada konten packaging-nya, tapi cara mendelivery program paketnya. Ini yang belum dilakukan dan tidak ada di tempat lain, sehingga market driven tidak terjadi tapi ada produk driven. “Orang yang suka Sumbawa akan datang ke Sumbawa, orang yang suka Lombok dia akan datang ke Lombok. Bukan kita menjadi atau meniru Lombok, meniru Bali, ataupun meniru Jawa yang membuat originalitas kita berkurang. Kalau kita meniru kita pasti akan kalah karena mereka sudah melakukannya lebih dulu dan lebih maju. Maka solusinya jadilah Sumbawa yang Sumbawa,” jelasnya.

Di bagian lain Nurdin Razak berpesan kepada Pemkab Sumbawa melalui dinas terkait agar memiliki ikon promosi pariwisata yang kental dan jelas. Artinya ikon tersebut tidak dimiliki daerah lain sehingga Sumbawa memperoleh nilai tawar. Kemudian segmentasi pasar yang original tadi akan merebut pasar di Sumbawa dibandingkan dia akan ke Lombok. Sebab apa yang ada di Sumbawa tidak ada di Lombok. “Originalitas inilah yang menemukan kesepakatan secara marketing. Tour and travel ke sini masih menjual pantai yang mungkin di Bali masih ada. Demikian juga untuk menjual Sumbawa yang original, tour and travel masih terbatas informasinya karena memang tidak ada publikasi yang sangat simultan dan konsisten dari Pemkab khususnya dinas terkait, karena itu memang tugas pemerintah untuk menjadi fasilitator sehingga komunikasi bisnis antara tour and travel yang akan menjual Sumbawa dengan masyarakat sebagai tuan rumah itu difasilitasi oleh sebuah promosi yang berada di level dinas pariwisata sebagai leading sektor,” paparnya.

Baca Juga  Bendungan Beringin Sila Siap Dibangun

Sementara Koordinator Sumbawa Biodiversity, Muhammad Iqbal Sanggo didampingi Sekretarisnya, Joni Sariwijoyo mengaku mulai sekarang akan mengidentifikasi potensi daerah khususnya bidang pariwisata, bagaimana cara mengembangkannya. “Ini sudah berjalan,” katanya.

Untuk membangun pariwisata sebenarnya masalah utamanya adalah SDM. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berfokus membangun infrastruktur tapi jauh lebih penting pembangunan SDM. Meski pembangunan SDM hasilnya membutuhkan waktu yang lama, tapi lebih bertahan lama. Ketika SDM sudah terbangun, dengan sendiri infrastruktur akan tercipta. Saat ini sambung Joni, pihaknya tengah focus mengembangkan konservasi Burung Kakak Tua Jambul Kuning di Tanjung Pasir Pulau Moyo. Burung langka yang terancam punah akibat kerap diburu. Padahal burung tersebut menjadi daya tarik wisatawan. Untuk menghindari perburuan dan lainnya, pihaknya akan melakukan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat di desa penyangga sekitar wilayah konservasi. Upaya ini dilakukan agar mereka berhenti berburu dan memanfaatkan burung tersebut untuk mendatangkan wisatawan. Pemburu ini lebih mengetahui kapan burung itu ada dan dimana sarangnya. Mereka bisa mengajak tamu atau wisatawan untuk melihat burung tersebut. Sehingga mereka bisa memperoleh pendapatan dari hanya menunjuk keberadaan Kakak Tua Jambul Kuning, tanpa harus memburunya. “Inilah yang sedang kita lakukan. Selain tetap menjaga kearifan lokal dengan melestarikan alam dan kekayaannya juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya,” demikian Joni. (JEN/SR)

DPRD DPRD