Surat Cinta Kepada Perempuan NTB, Perjuangan Kita Belum Selesai !

oleh -2 views
Kusnaini SH, Sekretaris PRD NTB tahun 2009

SUMBAWA BESAR, SR (13/03/2018)

Masuknya perempuan di politik menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya kebijakan-kebijakan yang pro perempuan. Kaum hawa, dewasa ini, telah menjadi salah satu elemen penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Mereka hadir sebagai subjek pembangunan dalam posisi yang “setara” dengan lelaki. Terbitnya undang-undang yang mengangkat posisi perempuan sebagai keniscayaan peradaban. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya sebuah redefinisi baru politik bahwa semua partai politik tidak akan bisa ikut menjadi kontestan Pemilu 2019 jika tidak melibatkan perempuan di dalamnya. Bisa dibayangkan seandainya kaum perempuan tidak masuk dalam politik elektoral, maka kita tidak akan punya keterwakilan di DPR. Padi titik yang paling ekstrim, tanpa mereka, akan terjadi kekosongan kekuasaan di negara kita. Dahsyat bukan ?!

Tentu saja, konsolidasi politik yang sensitif gender ini tak lepas dari perjuangan kaum perempuan itu sendiri. Bahwa, keterwakilan mereka adalah hasil dari sejatinya perjuangan kaum perempuan yang didukung elemen pro demokrasi lainnya.

Jadi, tugas dan perjuangan kita belum selesai. Artinya, kita harus menyepakati bahwa kontestasi Politik tidak boleh menjadikan isu perempuan hanya sebagai komoditas politik semata. Perjuangan mereka harus mampu mentransformasikan nilai nilai yang menjadikan wanita sebagai tonggak/subjek kebijakan-kebijakan politik yang berkeadilan dan menyejahterakan.

Dengan demikian, kaum perempuan harus terus menyuarakan sikap politik mereka, baik melalui mimbar-mimbar politik, cafe-cafe, pasar dan ruang publik lainnya. Gaung politik pro perempuan akan semakin memberi efek positif dan konstruktif jika saja digaungkan oleh mereka sendiri, baik kepada masyarakat pemilih dan utamanya, kepada kandidat perempuan an sich. Apalagi jika suara-suara mereka secara langsung menisbatkan dirinya pada kandidat yang senyatanya perempuan.

Baca Juga  Kemenkeu Tunjuk SMK Al Kahfi Pusat Sosialisasi Dana Desa

Saat ini, warna perempuan di dunia politik, semakin menunjukkan tariannya. Di Pilkada NTB misalnya. Ada tiga kandidat perempuan yang sedang terlibat kontestasi politik, di antaranya: Hj. Sitti Rohmi Djalilah untuk Pilgub NTB,  Hj. Sumiatun di Pilbup Lobar dan di Pilbup Kota Bima ada Ferra Amalia. Inilah tugas kaum perempuan, tugas kaum pro demokrasi dan tugas kita semua.

Salam Cinta

(Kusnaini, Sekretaris PRD NTB tahun 2009).

iklan bapenda