Kasus Bank NTB Jilid II, Jaksa Selidiki Kredit Macet 2 Milyar

oleh -18 views

SUMBAWA BESAR, SR (08/03/2018)

PT Bank NTB Sumbawa kembali berurusan dengan hukum. Setelah kasus kredit macet senilai total Rp 7,5 miliar Tahun 2007 (kasus Bank NTB Jilid I) yang menjerat para petinggi bank milik daerah tersebut, kini dugaan kasus yang sama kembali terjadi. Bahkan ini bakal menjadi kasus Bank NTB jilid II. Hal ini setelah adanya surat perintah penyelidikan dari Kajari Sumbawa kepada Kasi Pidana Khusus tentang dugaan penyimpangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diduga karena prosedur pemberian kredit yang disinyalir tidak sesuai aturan menyebabkan terjadi kredit macet hingga mencapai Rp 2 Milyar dalam rentang waktu 2014–2017. Untuk menangani kasus ini, pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa telah membentuk tim khusus.

DPRD

Kajari Sumbawa melalui Kasi Pidana Khusus, Anak Agung Raka PD SH yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/3) mengakui adanya laporan dugaan tersebut. Untuk menindaklanjutinya, pihaknya telah membentuk tim khusus dan memanggil sedikitnya 6 orang debitur. “Kami sudah bekerja dua minggu yang lalu. Dari enam debitur yang dipanggil, hanya tiga orang yang hadir untuk dimintai keterangan, yaitu Mokhdar, Syamsu, dan Zulfahrezi. Sedangkan dua orang tidak hadir tanpa keterangan, dan satu orang meminta pemeriksaannya diundur minggu depan,” kata Agung Raka—panggilan jaksa berkepala plontos ini.

Debitur yang tidak hadir kembali dipanggil. Jika tidak hadir lagi, debitur tersebut dapat dikategorikan menghalang-halangi proses penyelidikan. Selain debitur, minggu depan pihaknya akan menghadirkan pejabat Bank NTB Sumbawa. “Panggilannya sudah dibuat dan telah diantar langsung,” ungkapnya.

Baca Juga  Lakukan Inspeksi di NTB, Tim Kejagung Disambut Gubernur

Sementara itu pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 Wita, SAMAWAREA memergoki Tim Kejaksaan yang dipimpin langsung Kasi Pidsus, mendatangi kantor Bank NTB Sumbawa. Namun keberadaan mereka di kantor tersebut hanya berlangsung singkat. Saat dicegat, Kasi Pidsus mengaku kedatangan timnya untuk menindaklanjuti surat yang dilayangkan sebelumnya yakni meminta data terkait kredit yang tengah diselidiki. Selain itu kedatangannya juga untuk menyerahkan langsung surat panggilan kepada pejabat Bank NTB. Namun keinginan tim untuk berkoordinasi dengan Pimpinan Bank NTB maupun penyelia, tidak berhasil. Menurut petugas securitynya, pimpinan dan penyelia tidak berada di tempat karena sedang beristirahat. (JEN/SR)

 

DPRD DPRD