10 Hari di Sumbawa, Doktor Zul Sambangi Lebih 200 Titik

oleh -15 views

Disambut Bak Selebritis dengan Iringan Sholawat Badar

SUMBAWA BESAR, SR (08/03/2018)

DPRD

Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc memaksimalkan 10 hari keberadaannya di Kabupaten Sumbawa untuk menyambangi dan menyapa masyarakat. Beranjak subuh dan pulang larut malam dari kota hingga ke pelosok dusun, serta masuk pasar keluar pasar, Cagub yang diusung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini terus bergerak. Diawali dari Desa Muer Kecamatan Plampang, 27 Februari lalu dan berakhir di Karang Cemes, Surya Bhakti Kelurahan Pekat Kecamatan Sumbawa, Rabu (7/3) tadi malam.

Tercatat lebih dari 200 titik yang disambangi Cagub pasangan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah ini. Setiap titik yang dikunjungi disambut meriah masyarakat setempat. Dari sambutan musik kecimol, gendang beleg, berbagai atraksi hingga sholawat badar mengiringi kedatangan tokoh nasional yang dipercaya Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi untuk melanjutkan ikhtiarnya menjadi orang nomor satu di NTB ini. Doktor Zul disambut bak selebritis. Ekspresi warga pun beragam. Ada yang terharu bahkan menitikkan air mata, ada juga yang memeluk, merangkul dan menjabat erat tangan pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) tersebut. Tidak sedikit yang berselfi ria dengan Cagub Paket Zulrohmi yang belakangan hasil survey beberapa lembaga survey meraih suara terbanyak dibandingkan tiga pasangan calon lainnya. Seperti di Lunyuk, Lenangguar, Labangka, Moyo Hulu, Rhee, Utan, Buer, Alas dan Alas Barat, masyarakat gegap gempita menyambutnya. Tak ketinggalan masyarakat Hindu di Banjar Wonogiri Rhee yang siap memenangkan pasangan Zulrohmi di Pilgub NTB Juni 2018 mendatang. Tak kalah hebohnya di Karang Cemes, Kelurahan Pekat. Seribuan masyarakat dari anak-anak hingga yang tua renta berhamburan keluar rumah saat Doktor Zul bersama tim relawan tiba. Spontan masyarakat yang sebagian besar Suku Sasak ini melantunkan sholawat badar. Suasana di malam itu seketika mengharu biru.

Baca Juga  Kamal: Kami Pilih Saat-Jaya Karena Keduanya Insinyur

Menyapa masyarakat dengan cara blusukan ala Doktor Zul ini dinilai sangat efektif untuk meretas jarak antara rakyat dan pemimpinnya. Antusiasnya sambutan, karena hanya Doktor Zul satu-satunya Cagub yang mendatangi langsung masyarakat. Apalagi selama ini masyarakat hanya melihat Cagub termuda itu sebatas foto di baliho dan stiker. Sebaliknya Doktor Zul dengan sabar mendengar aspirasi, dan meminta doa dari masyarakat agar ketika ditakdirkan menjadi Gubernur NTB bisa amanah dan selamat dunia akhirat. “Kami rindu disapa langsung seperti ini. Kami ingin ini bukan yang pertama sekaligus yang terakhir. Kami siap menyambut Pak Doktor Zul setelah nanti insyaa Allah dilantik menjadi Gubernur NTB,” ucap Burhanuddin, warga Kecamatan Plampang yang diamini warga lainnya.

Doktor Zul adalah satu-satunya Cagub dari Pulau Sumbawa. Keinginan masyarakat Pulau Sumbawa mendorong Doktor Zul menjadi calon orang nomor satu sebagai alternatif dimoratoriumnya pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Selain itu untuk mewujudkan pemerataan pembangunan Pulau Lombok dan Sumbawa yang selama ini terjadi kesenjangan. “Doktor Zul adalah solusi dalam menyatukan dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa menjadi NTB yang benar-benar utuh. Karena selama ini opini masyarakat bahwa NTB itu hanya Pulau Lombok dan hanya bisa dipimpin oleh orang Lombok,” timpal Ramli—warga Kelurahan Bugis Sumbawa.

TGB—gubernur NTB saat ini tidak asal-asalan memilih Doktor Zul untuk melanjutkan estafet kepemimpinannya. Doktor Zul dipilih bukan karena populasi jumlah pemilih, tapi karena memang memiliki kualitas dan kapasitas yang mumpuni. “TGB sudah menggelar karpet merah untuk Doktor Zul, ini kesempatan yang belum tentu datang untuk kedua kalinya. Jadi jangan disia-siakan. Ayo kita bersatu padu dukung Zulrohmi dan mencatat sejarah di Pilgub NTB nanti,” cetus Eros di Kecamatan Lopok.

Baca Juga  1.500 Karyawan Air Minum Berlaga di POR PERPAMSI

Doktor Zul yang ditemui SAMAWAREA, Rabu (7/3) tadi malam, mengatakan, blusukan menyapa masyarakat dinilainya sangat penting. Sebab dengan seringnya menyapa masyarakat dengan sendirinya akan mengetahui apa yang diinginkan masyarakat. Blusukan itu bukan sekedar pencitraan, tapi lebih dari itu bagaimana mendengar aspirasi secara langsung. “Ini cara efektif untuk mengetahui kenyataan yang ada. Dengan blusukan juga dapat mentautkan perasaan dan bathin antara calon pemimpin dengan rakyatnya. Jika hati ini sudah bertaut, rakyat pasti akan mendukung dan selalu mendoakan mereka-mereka yang selalu datang menyapa. Dan insyaa Allah dari doa-doa inilah Allah SWT mendengar dan mengabulkannya,” ujarnya.

NTB ini sangat luas. Dan menjadi pemimpin di NTB harus memahami tentang NTB dan masyarakatnya. Salah satu cara adalah mendatanginya. Karena itu menjadi pemimpin NTB membutuhkan calon gubernur yang kuat dan sehat secara fisik agar bisa terus menyapa rakyatnya. Sebab permintaan masyarakat tidak muluk-muluk, hanya ingin didatangi pemimpinnya. Ia tidak bisa membayangkan jika tidak kuat dan sehat, bagaimana pemimpin itu bisa menyapa rakyatnya yang tersebar di beberapa tempat dengan jangkauan yang sangatjauh dan luas. Keberaniannya menyapa masyarakat secara langsung diakui Doktor Zul bukan tanpa risiko. Namun dengan cara ini akan mengajarkan masyarakat tentang kepemimpinan yang baru, sehingga masyarakat mengetahui siapa pemimpinnya, apa pikiran, gagasan, dan narasi besarnya yang akan dibangun. Ini penting agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung dan membeli karung dalam perut kucing. (JEN/SR)

 

DPRD DPRD