Husni—Mo Beri Insentif Marbot, Imam Masjid dan Guru TPQ

oleh -14 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/03/2018)

Pemerintahan HM Husni Djibril B.Sc—Drs. H. Mahmud Abdullah (Husni—Mo) menggelontorkan dana ratusan juta rupiah untuk memberikan insentif kepada 300 penyuluh agama, guru TPQ, Imam dan Marbot masjid besar yang tersebar di seluruh kecamatan. Insentif tersebut diberikan langsung Wakil Bupati Drs H Mahmud Abdullah yang didampingi Kajari Paryono SH, Wakapolres Kompol Ahmad Mansyur S.Ag dan Kepala Kemenag Sumbawa Drs HM Syukri, di Aula Lantai III Kantor Bupati, Senin (5/3). Selain pemberian insentif selama setahun, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa juga melakukan pembinaan sekaligus sosialisasi kepada penyuluh agama, marbot, imam dan guru TPQ yang berjumlah sebanyak 300 orang.

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut, sebagai salah satu ikhtiar dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Sumbawa yang religius, yang benar-benar memahami dan melaksanakan prinsip hidup (parenti’) Tau Samawa, yakni “takit ko nene kangila boat lenge”. Salah satu dari implementasi misi pembangunan Kabupaten Sumbawa Tahun 2016-2021, yang tercermin dalam beberapa agenda prioritas, antara lain peningkatan kapasitas pemuka agama melalui berbagai pelatihan dan pembinaan, peningkatan peran pemuka agama dan pemuka masyarakat dalam mewujudkan toleransi antar umat bergama dan suku bangsa. Selain itu peningkatan peran pemuka agama dan masyarakat dalam mendeteksi adanya paham radikal yang bisa mengancam harmoni kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Untuk diketahui, posisi penyuluh Agama Islam dewasa ini seakan berada dalam keadaan dilematis. Di satu sisi, secara ideal keberadaan mereka sungguh memiliki makna penting di tengah maraknya berbagai persoalan keagamaan, namun di sisi lain, merujuk pada hasil kajian Puslitbang Kehidupan Keagamaan Tahun 2016, para penyuluh Agama Islam di Indonesia cenderung berada dalam kondisi yang stagnasi, tidak ada perubahan kinerja dan juga perhatian.

Baca Juga  Hasil Swab Keluarga Inti Positif Covid di Alas, Negatif

Wabup menilai bahwa salah satu permasalahannya bisa terletak pada kemampuan para penyuluh agama yang tertinggal dari kemajuan teknologi, percepatan sosial yang ada dalam masyarakat, dan juga kebutuhan riil masyarakat. Metode yang digunakan oleh penyuluh Agama Islam dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat cenderung kurang inovatif.

Terkait dengan hal tersebut, Wabup berpesan kepada para penyuluh Agama Islam agar dapat bekerja dengan penuh integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab dan juga keteladanan. Para penyuluh Agama Islam juga diharapkan turut berperan dalam mendukung program-program pembangunan daerah yang telah dicanangkan demi kemajuan masyarakat Kabupaten Sumbawa, baik secara fisik maupun spiritual. Karena tugas penyuluh agama pada dasarnya bukan sekedar melakukan pendidikan agama kepada ummat, tetapi juga penyuluhan pembangunan dengan bahasa agama, guna meningkatkan peran serta ummat dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sumbawa.

Wabup berharap terkait Aplikasi Elektronik Penyuluh Agama Islam (e-PAI), yang telah diluncurkan Kementerian Agama yang merupakan aplikasi berbasis android, dan berfungsi selain untuk perbaikan kinerja penyuluh kepada masyarakat, juga berguna bagi pemerintah untuk mengukur kinerja para penyuluh Agama Islam, utamanya yang non-PNS.

Wabup berharap aplikasi itu dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas, dan dapat dipergunakan sebagai instrumen yang mampu menyambungkan komunikasi secara langsung antara penyuluh Agama Islam dengan Kemenag Pusat, Dirjen Bimas Islam, Direktur Penais dan lain sebagainya. Sehingga laporan kinerja maupun permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan dapat langsung dikomunikasikan secara cepat dan aktual. Aplikasi ini juga memiliki menu yang berisi kumpulan materi penyuluhan, sehingga dapat digunakan oleh para penyuluh sebagai referensi dalam melakukan penyuluhan. Disampaikan pula bahwa sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah atas pentingnya keberadaan penyuluh Agama Islam, para Imam dan Marbot serta para Guru TPQ dalam mentransformasikan pengetahuan dan pemahaman agama kepada ummat, Pemerintah Daerah telah menganggarkan insentif secara rutin melalui APBD Kabupaten Sumbawa. “Meski jumlahnya tidak seberapa, tetapi pemberian insentif tersebut diharapkan dapat mendukung operasional para penyuluh agama, imam dan marbot dan guru TPQ dalam melaksanakan tugasnya. Untuk itu, saya kembali berpesan kepada para imam dan marbot serta para guru TPQ agar dapat melaksanakan tugas mulia ini dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab. Hal ini semata-mata dihajatkan dalam rangka memperkuat keimanan dan ketaqwaan masyarakat kita, agar Sumbawa Hebat dan Bermartabat benar-benar mewujud nyata dalam segala aspek pembangunan di daerah yang kita cintai ini,” pungkas Wabup.

Baca Juga  Pelajar SMAN 1 Moyo Utara Siap Jadi Pelopor Tertib Lalulintas

Sebelumnya Kepala Sub. Bagian Sosial Kemasyarakatan Bagian Pemerintahan Setda Sumbawa, Anggraini, S.AP melaporkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru penyuluh Agama Islam, Imam/Marbot Masjid Besar Kecamatan dan Guru TPQ se Kabupaten Sumbawa, dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten sumbawa yang religius dan berakhlak mulia, menuju Sumbawa Hebat dan Bermartabat. Jumlah peserta sebanyak 300 orang yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa, yang terdiri dari 100 Penyuluh Agama Islam, 100 Imam dan Marbot Masjid Besar kecamatan, dan 100 orang Guru TPQ. (SR)

iklan bapenda