AMMS Gelar Aksi Kutuk Pelanggaran HAM di Ghouta Timur Suriah  

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/03/2018)

Lebih dari 100 orang mahasiswa yang tergabung Aliansi Mahasiswa Muslim Sumbawa (AMMS)  menggelar aksi demo damai di Kota Sumbawa, Senin (5/3) pagi tadi. Dalam aksi solidaritas yang diawali dengan long march ini mahasiswa dari berbagai elemen seperti KAMMI, KALAM (LDK) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) Universitas Samawa (UNSA) ini untuk menyikapi krisis kemanusiaan yang terus terjadi di Suriah. Ribuan nyawa telah melayang akibat perang berkepanjangan di beberapa titik khususnya wilayah Aleppo dan sekitarnya. Kini, kembali dikejutkan dengan tewasnya ratusan jiwa, ribuan orang terluka, anak-anak serta wanita terancam kehidupannya. Wilayah Ghouta Timur, Suriah menjadi tempat bertempur baru (the new battle of war) bagi rezim pemerintahan dan lawan politiknya. Ghouta yang menjadi “Neraka Baru” di bumi Suriah seakan menjadi tajuk semata. Dunia internasional tak kunjung mengeluarkan sikap yang tegas atas krisis kemanusiaan dan kejahatan genosida sistemis (systemic genocide) oleh rezim pemerintah Suriah dan sekutunya yang terjadi dari tahun ke tahun ini. Resolusi terbaru PBB tentang gencatan senjata tidak diindahkan oleh rezim pemerintah. Akses bantuan kemanusiaan yang minim juga menjadi hambatan terhadap penyelesaian dampak dari konflik berkepanjangan ini.

Dalam aksi tersebut, AMMS menggelar orasi dan audensi dengan pihak pemerintah yang diwakili Sekretaris Daerah Sumbawa di kantor Bupati. Selain itu, aksi solidaritas ini juga menyertakan kegiatan penggalangan dana dari masyarakat Sumbawa dan terkumpul sekitar Rp. 3.397.500. Dana ini akan disalurkan kepada Ghouta Timur-Suriah melalui lembaga sosial yang ada di Indonesia.

Baca Juga  Nama Dicatut Penipu, Wakil Ketua DPRD NTB Lapor Polda

Dalam orasinya, AMMS yang dikoordinir Muhammad Hanif ini, menyampaikan informasi mengenai apa yang sedang terjadi di Ghouta Timur-Suriah kepada masyarakat dan pemerintah kabupaten Sumbawa. Dalam menyikapi krisis kemanusiaan yang terus terjadi di Suriah, AMMS Mengutuk keras perilaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dalam bentuk kejahatan genosida sistemis (systemic genocide) di Suriah yang dilakukan oleh rezim pemerintah Bassar Al Asad. Menyerukan seluruh elemen yang terlibat dalam pusaran konflik untuk melakukan gencatan senjata dalam waktu dekat semata-mata atas nama kemanusiaan. Mendesak Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menginisiasi Gerakan Solidaritas Internasional untuk Perdamaian Suriah dalam bentuk dialog antar umat (interfaith dialogue) melalui forum internasional sebagaimana yang telah dilakukan oleh Pemerintah RI kepada Afghanistan dan krisis di Palestina. Mendesak Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk terus mengupayakan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Suriah baik dari pemerintah maupun lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia.

Di bagian lain, AMMS mengajak umat Islam di Indonesia untuk berempati serta turut memanjatkan doa terbaik kepada umat Muslim khususnya di Ghouta Timur, Suriah dan di belahan bumi yang umatnya terdzalimi. (SR)

iklan bapenda