Sekda Berharap NTB Jadi Laboratorium Bank Syariah di Indonesia

oleh -0 views

MATARAM, SR (04/03/2018)

Konversi PT Bank NTB ke Bank NTB Syariah sesuai rencana yang diharapkan pada Bulan Agustus 2018, menaruh harapan besar bagi pemerintah dan masyarakat NTB, khususnya dalam proses transaksi perbankan, terutama dalam akses permodalan yang sesuai dengan tuntunan agama, agar terhindar dari praktek-praktek yang berujung pada perbuatan riba.

Dengan dilakukannya konversi ini, seluruh aspek kegiatan kehidupan masyarakat NTB secara bertahap diharapkan bernafaskan syariah. Mulai dari ekonominya, pariwisata, hotel-hotel dan segala macam bentuk usaha harus bernuansa syariah. “Dengan dilakukannya konversi ini, saya harap seluruh aktivitas masyarakat NTB secara bertahap akan bernuansa syariah. Terutama dalam ekonomi, pariwisata, hotel dan segala aktivitas lainnya,” harap Sekda saat memberikan sambutan pada acara Gathering dalam rangka “Readness” jajaran pegawai Bank NTB untuk konversi menjadi Bank NTB Syariah, di Hotel Lombok Raya, Sabtu (3/3).

Menurut Sekda, dengan adanya aktivitas syariah dalam semua aspek kehidupan masyarakat NTB, maka akan lahir transaksi-transaksi ekonomi yang sehat di daerah. Hal itulah yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi NTB, sehingga daerah-daerah lain akan datang untuk belajar dan melakukan riset, sehingga NTB akan menjadi pusat labiratorium syariah di Indonesia. “Saya harap kedepan dengan konversi ini NTB akan jadi laboratorium syariah di Indonesia. Ini merupakan visi besar pemerintah sekaligus harapan masyarakat NTB,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang Evakuasi, Pedagang Pasar Seketeng Kian Bertambah

Di hadapan seluruh jajaran Bank NTB yang hadir, Sekda menjelaskan bahwa, visi menciptakan masyarakat yang melaksanakan ekonomi Syariah adalah harapan besar di masa mendatang. Ia menilai apabila transaksi syariah hanya 5 -10 persen, maka cita-cita bernuansa syariah itu belum berhasil. Karena dengan segala macam proses panjang dari konversi yang telah dilalui.

Sekda mengaku saat ini sudah cukup banyak kegiatan masyarakat di NTB yang berorientasi syariah. Karena kegiatan syariah di NTB telah banyak sejak duhulu sebelum adanya rencana konversi ini. “Saat ini juga cukup banyak masyarakat kita yang tidak mau bertransaksi dengan perbankan konvensional. Untuk itu, konversi ini hadir untuk mengakomodir sebagian masyarakat yang anti dengan Bank Konvensional,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat NTB sudah sangat siap menerima dan menunggu konversi Bank NTB ke syariah. Dengan hal ini akan membawa kebaikan hidup di masa yang akan datang. “Semoga dengan konversi ini masyarakat NTB semakin sejahtera dan seluruh karwan Bank NTB Syariah juga akan menjadi lebih sejahtera,” pungkasnya. (JER/SR)

iklan bapenda