34.338 Anak di Sumbawa Belum Miliki Akta Kelahiran

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/03/2018)

Bappeda Sumbawa bekerjasama dengan KOMPAK NTB menggelar kegiatan Workshop Penyusunan Peraturan Bupati Sumbawa tentang Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran melalui Jalur Pendidikan, Kesehatan, Desa atau Kelurahan dan Sistem Layanan Rujukan Terpadu, di Ruang Rapat H. Hasan Usman Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (1/3). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyinkronkan dan mengolaborasikan berbagai program kepemilikan akta kelahiran yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah sehingga dapat tercermin dalam Perbup tentang Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran. Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sumbawa, Kepala Dinas Dukcapil, Kabag Hukum, Kabid Sosbud Bappeda, Front Line Service Coordinator KOMPAK NTB, Camat Utan serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd selaku narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa momen workshop ini dimaksudkan untuk mensinergikan dan mengkolaborasikan segala kekuatan yang ada, sehingga dapat dilakukan koreksi serta evaluasi agar kelemahan yang ada dalam draf atau rancangan Perbup bisa diketahui. Ini dimaksudkan agar Perbup yang dihasilkan nantinya merupakan hasil rembug dan kesepakatan bersama.

Menurut Asisten, ternak di Sumbawa setiap tahun dilakukan registrasi, terlebih manusia, sudah seharusnya dilakukan pendataan dan diberikan dokumen resmi berupa akta kelahiran sebagai bukti keabsahan status hubungan perdata seorang anak. Karena itu, Asisten sangat mendukung pelaksanaan kegiatan workshop ini, sebagai upaya mempercepat kepemilikan akta kelahiran, mengingat jumlah anak usia 0-18 tahun di Kabupaten Sumbawa yang sudah memiliki akta kelahiran sampai dengan Bulan Februari 2018 baru mencapai 79,62% atau sebesar 129.762 dari 164.100 anak. Sisanya 34.338 anak belum memiliki akta kelahiran, sementara target Kabupaten Sumbawa dalam hal kepemilikan akta kelahiran tahun 2018 mencapai 90%. Hal ini menurut Asisten, dalam rangka mendukung Program Nasional Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).

Baca Juga  PM Kerajaan Belanda Apresiasi Demokrasi Di Indonesia

Sementara itu, Front Line Service Coordinator KOMPAK NTB, Susana Dewi R, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam rangka mempercepat kepemilikan akta kelahiran pada dasarnya merupakan implementasi sistem penjangkauan. Tetapi upaya tersebut belum diarahkan pada sistem pemanfaatan yakni agar dokumen adminduk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengakses berbagai program bantuan sosial. Karena itu, menurut Susan, kegiatan ini juga dihajatkan dalam rangka mengkolaborasikan sistem penjangkauan dan sistem pemanfaatan tersebut agar tercermin dalam Perbup. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib, diawali dengan pemaparan materi oleh narasumber dilanjutkan dengan kegiatan diskusi. (JEN/SR)

iklan bapenda