Pegawai KCD Dikbud Plampang Terkapar Diseruduk Mobil

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (26/02/2018)

Naas menimpa Syafruddin (55). Pegawai KCD Dikbud Kecamatan Plampang yang tinggal di Dusun Kuang Bungir, Desa Usar ini ditemukan terkapar dalam kondisi bersimbah darah. Ini terjadi setelah sepeda motor Thunder yang dikendarainya diseruduk mobil Charry yang dikemudikan Muhammad Rizal (27) warga Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, di ruas jalan Sumbawa—Bima, KM 64—65, Senin (26/2) tadi. Korban Syafruddin menderita luka robek di kepala dan leher, serta lecet dan lebam di bagian wajah.

Informasi yang dihimpun Wartawan SAMAWAREA wilayah Sumbawa Timur, sebelum kejadian korban baru saja meninggalkan kantornya tepat jam istirahat sekitar pukul 12.00 Wita untuk makan siang. Saat sepeda motor Thunder yang dikendarainya meluncur, melaju searah di belakangnya, mobil Charry. Korban lalu melaju perlahan dan menepi. Namun tanpa diduga korban mendadak belok berbalik arah. Kondisi itu membuat pengemudi mobil terkejut dan tak mampu mengendalikan laju mobilnya karena jaraknya sudah sangat dekat. Akibatnya mobil langsung menghantam Thunder yang dikendarai korban. Korban terlempar dan terkapar di aspal.

Sopir Mobil Charry, M. Rizal yang ditemui mengaku saat itu korban berada di depannya lalu menepi. Tiba-tiba berbelok, membuatnya kaget. “Saay tidak bisa mengendalikan laju mobil karena jaraknya sangat dekat,” akunya.

Sementara Kapolsek Plampang, AKP Abdul Sani membenarkan adanya kecelakaan lalulintas di ruas jalan antara Desa Plampang dan Desa Usar. Pihaknya sudah mendatangi lokasi mengevakuasi dan membawa korban ke puskesmas untuk mendapat pertolongan medis. Selain itu mengamankan barang bukti dan melakukan olah TKP. Untuk penanganan lebih lanjut, kasus itu telah diserahkan ke Unit Laka Polres Sumbawa.

Baca Juga  Parkir Ganggu Fungsi Jalan Dapat Dipidana

Secara terpisah, Petugas Puskesmas Plampang, dr Erna Istianti mengaku korban datang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pihaknya langsung melakukan penanganan awal terhadap luka-luka yang dialami. Dokter Erna mengakui jika korban Syafruddin adalah pasien yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan karena memiliki penyakit jantung. (BUR/SR)

 

iklan bapenda