TNI dan KPH Plampang Tangkap 8 Pelaku Ilegal Loging

oleh -8 views
Tim KPH dan TNI (kiri) dan para pelaku (kanan)

Sita Kayu Olahan dan Bakar Camp Pelaku

SUMBAWA BESAR, SR (23/02/2018)

Tim Balai KPH Ampang Plampang diback-up anggota TNI dari Kodim 1607 Sumbawa melakukan penyergapan para pelaku ilegal logging, Kamis (22/2) malam. Sekitar 8 orang pelaku ini ditangkap saat beraksi di wilayah Brang Mentingal, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Dari tangan para pelaku ini diamankan sejumlah kayu olahan dan mesin chainsaw. Mengingat jarak TKP yang cukup jauh dan medan yang sulit, tim terpaksa memusnahkan sebagian barang bukti. Selain itu camp para pelaku di kawasan hutan tersebut dibakar.

Kepala Balai KPH Ampang Plampang Julmansyah, S. Hut., MAP yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Jumat (23/2) mengatakan, operasi yang dilakukan tim ini karena aktivitas ilegal logging marak terjadi terutama di kawasan hutan Labangka dan beberapa titik di wilayah bagian timur Sumbawa. Tidak heran jika bencana kerap menerpa karena kerusakan hulu di daerah aliran sungai (DAS) mulai terjadi salah satunya dampak dari pengelolaan lahan untuk penanaman jagung yang tidak sesuai dengan konservasi tanah. “Labangka salah satu lokasi paling parah kerusakan hutannya sejak 3 tahun terakhir. Untuk itu Balai KPH Ampang Plampang akan fokus melakukan pengawasan di wilayah kerjanya dari Ngali sampai Tarano,” kata mantan Kepala KPH Batu Lanteh yang baru sebulan dimutasi menjabat Kepala Balai KPH Ampang Plampang.

Hasilnya, tim yang dipimpin Kasi KSDAE KPH Ampang Plampang Dedy Purwanto., M.Sc didukung Timsus Kodim 1607 Sumbawa yang diback-up Koramil setempat, berhasil menyergap para perambah hutan tersebut. Di lokasi ditemukan 22 barang kayu klincung. Tim juga menyisir lokasi hingga Jumat pagi hari tadi menemukan mesin chainsaw dan 40 batang kayu. “Karena kami kesulitan mengevakuasi barang bukti dari TKP, sebagiannya kami musnahkan,” ujar Julmansyah.

Baca Juga  Dua Cafe Tuak Ditutup Paksa, Warga Sempat Lakukan Pembakaran

Operasi dan pengawasan hutan ungkap Julmansyah terus dilakukan jajarannya. Pihaknya tetap komit melakukan langkah-langkah penyelamatan hutan Sumbawa. Tentunya membutuh dukungan seluruh pihak, mengingat sumberdaya yang ada sangat terbatas.

Sementara Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos yang dikonfirmasi terpisah, menegaskan bahwa TNI tidak akan mundur sedikitpun dalam penanganan ilegal logging. Operasi gabungan yang dilakukan TNI bersama KPH Ampang Plampang ini ungkap Dandim, merupakan hasil informasi dari masyarakat di Labangka. “Kami turun cek di lokasi ternyata informasi tersebut A1 (akurat). Kami salut dan inilah yang kami butuhkan agar masyarakat berani menyampaikan hal-hal yang merusak lingkungan dan harus dicegah secara bersama-sama,” tandasnya.

Dengan adanya petugas KPH yang terbatas, Dandim yang dikenal tegas ini, berharap masyarakat selalu memberikan informasi terkait ilegal logging yang dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Ketika hutan gundul dan rusak, bencana akan menghantui dan tentunya masyarakat yang menjadi korbannya. (JEN/SR)

 

DPRD DPRD