Bombardir Kembali Hancurkan Ghouta Timur, 100 Warga Sipil Tewas

oleh -4 views

SURIAH, SR (23/02/2018)

Ghouta Timur, wilayah dekat Damaskus yang telah dikepung sejak 2013, memiliki jumlah penduduk sekitar 400 ribu orang. Setiap menitnya, terdapat antara 20 hingga 30 serangan peluru yang terjadi di daerah pemukiman tersebut, terutama di Hammouriyeh dan Sabka. Hampir 200 orang meregang nyawa di Ghouta Timur dalam waktu empat hari di awal Februari ini.

Bahkan dilansir BBC, sedikitnya 100 warga sipil termasuk 20 anak-anak, tewas dalam serangan udara dan tembakan roket yang terjadi pada Senin (19/2) kemarin. Selain melukai 325 orang, bombardir ini juga meluluhlantakkan mata pencaharian utama mereka, seperti pertokoan, gudang dan tempat lain yang menyimpan persediaan makanan. Jumlah korban pun semakin meningkat karena empat rumah sakit termasuk fasilitas persalinan juga hancur. Sementara rumah sakit yang tersedia pun penuh sesak dengan luka dan kehabisan anestesi serta obat penting lainnya.

Nestapa yang tak ada habisnya ini mendorong sekitar 15 ribu warga sipil meninggalkan rumah mereka bulan lalu. Banyak warga memiliki sedikit pilihan selain berlindung di bunker dan di ruang bawah tanah bersama anak-anak mereka. Tak kurang dari 272 ribu orang tengah sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Tinggi urgensi untuk meringankan penderitaan mereka yang tengah dirundung nestapa di sana. Stok makanan, bahan bakar, dan obat-obatan bagi mereka di Ghouta Timur semakin menyusut. Rencananya dalam waktu dekat ACT akan kembali menyalurkan bantuan untuk menguatkan detak jantung mereka di Suriah. (SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Investor Kilang Minyak Bidik Potensi Pulau Moyo