Riset dan Penelitian Dosen UTS Terbanyak se-Bali Nusra

oleh -9 views

Untuk Perguruan Tinggi Swasta

SUMBAWA BESAR, SR (23/02/2018)

Portal SINTA (Science and Technology Indeks) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai database publikasi dosen yang ada di Indonesia mencatat Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) yang memiliki jumlah publikasi terbanyak di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. UTS menjadi perguruan tinggi kedua terbaik di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan berada di peringkat ke lima se-Bali Nusra. Sedangkan dalam skala nasional, pada portal resmi sinta2.ristekdikti.go.ig tersebut, UTS berada di posisi 197 dari semua institusi yang terdaftar.

Rektor UTS Dr. Andy Tirta memastikan jumlah publikasi UTS akan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini terbukti dengan peringkat 5 besar UTS se-Bali Nusra setelah Unub Bali, Universitas Mataram (Unram), Undana Kupang, Politeknik Negeri Bali yang merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) se-Bali Nusra. “Insyaa Allah tahun ini akan naik lagi, yakin,” cetus doktor lulusan Yeungnam University itu.

Berdasarkan informasi dari situs resminya, SINTA dibuat guna mewadahi hasil penelitian yang sudah dipublikasi secara online, sehingga orang yang dapat berkontribusi di portal SINTA adalah para peneliti dan dosen. SINTA memberikan tolok ukur dan analisis, identifikasi, kekuatan riset masing-masing institusi untuk mengembangkan kemitraan kolaboratif, menganalisa kecenderungan penelitian dan pakar direktori.

Koordinator Kopertis VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, pada sesi wawancara berbeda mengungkapkan dosen-dosen UTS terindikasi progresif dengan kemajuan-kemajuannya terutama di dalam riset dan publikasi yang dibiayai baik dana dari kementerian maupun dana sendiri. Hal itu juga merupakan indikasi-indikasi untuk mengukur ranking dari perguruan tinggi selain SDM, Pengaturan Kelembagaan, dan Aktivitas Kemahasiswaan. “Kita kan punya di NTB 54 perguruan tinggi. Sudah masuk dalam jajaran 31 itu sudah luar biasa. Karena umurnya baru 4 tahun, ibaratnya bayi baru merangkak belum ke TK sudah bersanding dengan PTS-PTS lain yang umurnya sudah 30 tahun,” ungkap sosok yang akrab disapa Prof. Indah itu.

Baca Juga  Dibantu Donatur Kuwait, SDIT SC Segera Miliki Masjid

Ia menghimbau jajaran UTS terus berbenah. Karena menurutnya, secara visual kemajuan UTS sudah kelihatan progresif. Dosen-dosen muda UTS pun diharapkan terus merebut hibah penelitian dosen pemula yang saat ini disediakan pemerintah. “Yang terpenting people (SDM) terus berbenah, apalagi anak-anak muda yang powernya bagus, speednya bagus, masa’ kalah dengan saya yang sudah tua, masih punya karya dan buku. Rebut hibah-hibah bersaing, karena kembali lagi ke rangking tadi. Siapa tahu dalam umur 7 atau 8 tahun sudah bisa ranking satu,” paparnya antusias. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb