Pilih Independen, Ali BD Ingin Bebas dan Mandiri Tanpa Intervensi

oleh -1 views

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2018)

Calon Gubernur NTB, H. Moch. Ali Bin Dachlan mengaku banyak masyarakat yang bertanya tentang alasannya maju pada Pilgub NTB melalui jalur independen dan menolak jalur partai politik (parpol). Ia mengaku senang sebab independen memiliki arti kebebasan atau pembebasan. Kebebasan dan kemajuan ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Tak ada kemajuan tanpa kebebasan. Dengan kebebasan, Amaq Asrul—sapaan lain Ali BD, mengaku memiliki ekspresi atau pandangan sendiri tentang apa yang dicita-citakan oleh bangsa dan negaranya. Jika seseorang berkedudukan sebagai kepala daerah, pasti memiliki kewenangan dan tanggungjawab sebagaimana diatur dalam UU. Selain dibimbing dan diarahkan oleh peraturan perundang-undangan, atau peraturan pemerintah, pemimpin itu juga harus memiliki kemandirian untuk merumuskan cita-cita sesuai visi dan misinya. “Saya senang berada di posisi independen, bebas tanpa tekanan dan leluasa dalam berekspresi,” kata Papu Abada—sapaan kampung Ali BD ketika bertatap muka dengan ratusan simpatisan dan pendukungnya dari bebagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa pada Kampanye Dialogis, Rabu (21/2) kemarin.

DPRD

Ia mengaku bukan satu-satunya calon independen pada Pilkada serentak ini. Di Indonesia ada tiga calon independen, selain Selain NTB, ada juga Sulawesi Selatan dan Maluku. Sedangkan Bupati yang terpilih melalui jalur independen ada 17, termasuk dirinya sebagai Bupati Lombok Timur. Cagub NTB bernomor urut 4 dari Paket Ali—Sakti ini, mengaku memilih jalur independen bukan berarti Parpol itu tidak baik, karena semua AD/ART Parpol tujuannya baik untuk bangsa dan negara. Ini hanya cara dan teknis bagi orang-orang yang memiliki hasrat menjadi pemimpin daerah. “Mengenai ada mahar politik di parpol, itu urusan mereka, bukan urusan saya. Tapi saya menolak keras adanya mahar-mahar seperti itu. Makanya saya memilih jalur independen karena saya tidak akan mau membayar satu sen pun,” tukasnya.

Baca Juga  Ketegasan dan Kecerdasan: Pilihan Menuju Kursi NTB Satu

Menurutnya, ketika dia membayar mahar hanya untuk menduduki jabatan sebagai kepala daerah, ini berarti sedang menabur benih-benih korupsi di negeri ini. Karena itu Ali BD mengaku sangat menghindari praktek-praktek tersebut. Meski demikian Ali BD tidak ingin mengatakan calon-calon yang maju melalui jalur parpol itu tidak baik. “Semua baik karena dilindungi UU, hanya saja jalur yang saya pilih berbeda dengan mereka,” imbuhnya.

Ia meyakini masyarakat Sumbawa sangat, pandai, demokratis dan egaliter yang pastinya lebih tepat memilih jalan independen. Ini dibuktikan dengan adanya puluhan ribu masyarakat Sumbawa yang secara tulus ikhlas menyerahkan KTP-nya dari 670 ribu KTP dalam mendukung Ali-Sakti mengajukan persyaratan maju sebagai calon independen. Karena berbagai hal ada beberapa yang tidak memenuhi syarat, seperti meninggal dunia, menjadi TKI di luar negeri dan KTP nya tidak elektronik. Meski demikian mereka semua sudah jelas menjadi pendukung independen. “Jadi saya ucapkan selamat dan terima kasih, karena kita berada dalam satu barisan kebebasan dan pembebasan. Kita memiliki tujuan yang sama yaitu ingin bebas dari rasa takut dan rasa tertindas dari keadaan yang kita alami saat ini,” cetusnya disambut gemuruh yel-yel dari para pendukung yang memadati Gedung Wanita Sumbawa hingga meluber keluar ruangan ini.

Selama 10 tahun menjabat sebagai Bupati Lotim, Ali BD menyatakan tetap konsisten dalam sikap independen dan selalu menuruti pikiran yang musti diperjuangkan bagi rakyat dan derahnya meskipun harus berhadapan dan berbeda paham dengan pemerintah propinsi maupun pusat. Bahkan pikiran yang dilaksanakannya itu tidak menguntungkan secara materi atau pencitraan dirinya. Ini semua dilakukan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya. “Saya hanya beranggapan menjadi Bupati dan Gubernur adalah perintah tuhan yang harus saya laksanakan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan,” pungkasnya. (ADVERTORIAL)

DPRD DPRD