Beraksi di Masjid, Spesialis Curanmor Ditembak

oleh -4 views

MATARAM, SR (21/02/2018)

Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah hukum Polresta Mataram sudah sangat meresahkan. Karena itu jajaran setempat tidak segan-segan bertindak tegas. Sudah beberapa pelaku yang ditembak. Namun demikian belum membuat jera pelaku lainnya. Kali ini, Tim Resmob 701 Polres Mataram kembali meringkus pelaku curanmor. Pada penangkapan yang dilakukan Selasa (20/2) tadi malam, pelaku berinisial WR alias Depeng (27) terpaksa dilumpuhkan dengan sebutir timah panas. Warga Dusun Dasan Daye, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah ini terlibat sejumlah kasus curanmor.

DPRD

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK yang dihubungi SAMAWAREA, Rabu (21/2), mengatakan penangkapan Depeng terkait laporan polisi kasu curanmor yang terjadi di Masjid Nurul Huda Kelurahan Pagesangan Timur, Kota Mataram, 8 Agustus 2017 lalu. Saat itu korban HM Thohirin (65) sedang melaksanakan sholat subuh. Sepeda motor Honda DR 4300 CO yang diparkir dalam keadaan stang terkunci diembat pelaku.

Terungkapnya nama pelaku Depeng ini, ungkap Kapolres, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka DH yang tertangkap sebelumnya dan kini sedang menjalani hukuman di Lapas Mataram. Selama itu Depeng terus dicari polisi bahkan ditetapkan dalam DPO. Setelah cukup lama, Tim Resmob mendapat informasi bahwa pelaku berada di Jalan Batujai Loteng. Pelaku yang mengetahui tim tiba di TKP berusaha kabur menggunakan sepeda motor Vario. Meski sudah diberikan tembakan peringatan ke udara, tapi pelaku tak menggubris. Akhirnya satu tembakan tepat di betis kaki kirinya. Pelaku yang tersungkur dengan kaki bersimbah darah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Baca Juga  Grebeg Kediaman Pengedar, Polisi Sita 2,68 Ons Ganja

Selanjutnya dalam pemeriksaan, pelaku mengaku beraksi bersama rekannya DH di beberapa TKP. Selain di Masjid Nurul Huda, keduanya beraksi di kos-kosan daerah Kekalik Mataram dan kos-kosan daerah Gomong. Dua unit sepeda motor hasil curiannya, Vario CW hitam dan Vario CW biru, dijual kepada FDL yang saat ini sedang menjalani hukuman. “Tercatat Ada 4 TKP aksi pelaku. Dalam aksinya menggunakan kunci letter “T” yang telah dibuang di Jembatan dekat Bendungan Batujai. Saat ini kami sedang melakukan pengembangan penyidikan,” demikian Kapolres. (JEN/SR)

DPRD DPRD