Program RHL Sukses, BPDAS NTB Puji Kinerja Koramil Empang

oleh -37 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/02/2018)

Program Rehabilitasi Hutan Lindung (RHL) di Kecamatan Empang yang dilaksanakan TNI dari Kodim 1607 Sumbawa melalui Koramil Empang bekerjasama dengan LHK Propinsi NTB, mendapat apresiasi dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Dodokan Moyosari NTB. Apresiasi ini disampaikan ketika tim BPDAS yang diketuai Djoko Juwono B.Sc turun langsung melakukan pengecekan lokasi.

Djoko Juwono B.Sc yang dikonfirmasi, Selasa (20/2) mengatakan yang dilakukan LHK Propinsi dan Koramil 1607-02 Empang ini perlu dicontoh terutama dalam menjaga hutan dan melestarikan lahan. Lahan yang selama ini kosong dan gersang menjadi rimbun dengan berbagai tanaman yang bernilai ekonomis serta bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri.

Untuk diketahui, program RHL ini dilaksanakan di lahan seluas 75 hektar. Luas ini dibagi dua yakni 50 hektar di Desa Jotang dan 25 hektar di Desa Ongko Kecamatan Empang. Tanaman yang ditanam adalah kayu putih, kemiri dan pohon asam. Semua tanaman ini tumbuh dengan baik dan subur serta tetap dipertahankan. Dilakukan penanaman pohon kayu putih, kemiri dan pohon asam ini ungkap Djoko, agar masyarakat tidak hanya fokus membuka lahan hutan untuk menanam jagung. Demikian juga terhadap program ini masyarakat akan membentuk kelompok-kelompok tani sebagai mitra kerja dari KPH untuk menjaga kelestarian hutan.

Sementara itu Danramil 1607-02 Empang, Kapten (Inf) Triono Budi Waskito menjelaskan, awalnya program ini mendapat penolakan masyarakat. Namun setelah mereka diajak study banding ke Desa Serading terkait penanaman pohon kayu putih dan mendapat penjelasan dari Kepala KPHP Puncak Ngengas Batu Lanteh Julmansyah S.Hut, akhirnya mereka paham.

Baca Juga  24 Desa di Sumbawa Belum Salurkan BLT-DD

Ia berharap kepada semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, tetap menjaga kelestarian hutan guna mencegah terjadinya bencana di samping tanaman bernilai ekonomis yang ada tetap bertahan. “Jika hitung-hitungan penghasilan tiga jenis tanaman itu, masih lebih menguntungkan hasilnya jika dibandingkan dengan tanaman jagung, karena biaya operasinalnya sangat kecil,” ungkap Kapten Tri—sapaan akrabnya.

Dia juga meminta pemerintah melalui KPH Empang Plampang bisa menjadi jembatan bagi program ini agar berjalan sukses serta meluas ke daerah lainnya. Jika dapat terlaksana dengan baik, maka kelestarian hutan dan sumber mata air dapat terjaga bagi masa depan anak cucu. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb