Sasar Pelajar, Satlantas Sumbawa Gulirkan Berbagai Program

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (18/02/2018)

Sudah cukup banyak nyawa melayang sia-sia di jalan. Sebagian besar korbannya adalah kalangan pelajar dan anak di bawah umur lainnya. Embrio terjadinya kecelakaan ini bermula dari pelanggaran lalulintas. Karena itu menjadi tanggung jawab bersama semua pihak untuk dapat meminimalisir kasus tersebut. Salah satunya dengan membangkitkan kesadaran para remaja generasi bangsa ini untuk taat dan tertib berlalulintas. Selain itu aparat terkait dapat memberikan perlindungan dari hal-hal yang berpotensi terjadinya kecelakaan lalulintas terutama di kalangan pelajar. Sebagai leading sektor terkait, Satlantas Polres Sumbawa memiliki tanggung jawab untuk menginisiasi hal tersebut agar persoalan ini menjadi perhatian bersama. Untuk itu sejumlah program yang digulirkan Satlantas setempat sebagian besar untuk para pelajar.

Ditemui di ruang kerjanya belum lama ini, Kasatlantas Polres Sumbawa, AKP Gusriyadi Agustan SH mengakui ada beberapa program yang sudah dan akan dilaksanakan selama masa kepemimpinannya. Semua program tersebut sudah terukur dan terorganisir dari Mabes Polri dan Polda NTB. Di antaranya program mengantar pelajar ke sekolahnya. Program ini sudah sejak lama dilaksanakan, namun kali ini akan digeliatkan. Teknisnya, para pelajar terutama sekolah dasar (SD) dikumpulkan di satu tempat, yang kemudian akan dijemput bus yang disediakan Polres maupun bus hasil koordinasi dengan Pemda Sumbawa. Selama ini penjemputan anak sekolah tersebut dilakukan tanggal 17 setiap bulannya. Ke depan akan dilaksanakan minimal sekali dalam seminggu. “Program ini untuk membantu meringankan beban orang tua siswa mengantar anak-anaknya ke sekolah,” kata perwira berdarah Makassar ini.

Baca Juga  Semalam, Dua Bus Dilempar Pengendara Misterius

Selanjutnya program “satu sekolah dua polisi”. Artinya dalam satu sekolah akan ditempatkan dua orang polisi guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak didik maupun pendidik, di samping mengurai kemacetan di jalan raya depan sekolah ketika anak-anak datang dan pulang sekolah. “Kami menempatkan dua orang anggota di satu sekolah untuk melakukan rawan pagi dan rawan siang. Dan untuk sementara ini masih diterapkan di beberapa sekolah dalam kota Sumbawa yang dianggap cukup padat, ke depan akan diupayakan untuk dilaksanakan di setiap sekolah,” ungkap mantan Paur SI SIM Subditregident Ditlantas Polda NTB yang belum genap sebulan bertugas di Polres Sumbawa.

Untuk program lainnya lanjut AKP Gus—sapaan singkatnya, menertibkan anak-anak di bawah umur terutama para pelajar SMP yang menggunakan sepeda motor ke sekolah. Pihaknya telah bersurat ke Bupati dan Kadis Diknas Sumbawa dalam upaya mendukung program tersebut. Nantinya Bupati bisa bersurat ke camat yang diteruskan ke kepala desa, demikian dengan Diknas bersurat ke sekolah untuk diteruskan kepada orang tua siswa. Surat ini berisi pemberitahuan atau himbauan yang melarang anak-anak yang belum memenuhi syarat kepemilikan SIM untuk mengendarai sepeda motor. Demikian juga sebelum mengambil tindakan, pihaknya melalui Dikmas Lantas setiap harinya berkeliling ke sekolah sekaligus menjadi Pembina upacara untuk mensosialisasikan hal tersebut dalam rangka menciptakan Kamseltibcarlantas dan masyarakat yang sadar hukum.

Baca Juga  Jelang Pencoblosan, Satpol PP KSB akan Membina Linmas

Berikutnya, Satlantas Polres Sumbawa mengajak masyarakat untuk mempertahankan predikat Sumbawa sebagai kota yang tertib berlalulintas yang dibuktikan dengan empat kali berturut-turut mendapat penghargaan Satya Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan RI. Minimal di pagi hari pengendara roda dua menggunakan helm, jika tidak bisa di belakang (penumpang), pengendaranya harus menggunakan helm. Pasalnya indicator atau cermin tingkat disiplinnya masyarakat dalam berlalulintas adalah pengendara menggunakan helm. “Saat saya pertamakali bertugas di Sumbawa ini, saya merasa bangga karena sekitar 80 persen pengendara di setiap pagi menggunakan helm. Ini mengindikasikan tingkat kedisiplinan masyarakat Sumbawa dalam berlalulintas cukup tinggi,” ungkapnya.

Demikian di momen Pilkada serentak 2018 ini. Ia berharap simpatisan atau pendukung pasangan calon yang melakukan kampanye dengan cara berkonvoi kendaraan, dapat menjadi contoh masyarakat untuk tertib berlalulintas. Menggunakan helm standar, menghindari penggunaan knalpot racing, dan melaju dalam keadaan tertib serta tidak mengganggu pengguna jalan lain. “Kami sudah memasang baliho di berbagai tempat, sosialisasi di berbagai media, serta intensif turun ke lapangan. Kami terus mengajak masyarakat untuk tertib berlalulintas dan tertib berkampanye karena merupakan ciri masyarakat Sumbawa yang bermartabat dan berbudaya,” demikian pejabat ramah ini. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb