Bantuan Bariri Nelayan Tetap Berlanjut di Tahun 2018

oleh -7 views
Kepala Seksi Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan DKP KSB, Iwan Irawan S.Pt

SUMBAWA BARAT, SR (15/02/2018)

Bantuan Bariri Nelayan yang digelontorkan kepada para nelayan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2017 lalu, adalah bantuan bersyarat. Penerima bantuan harus menabung 10% dari nilai bantuan yang diterima. Uang yang ditabung pun untuk nelayan itu sendiri. Tapi tabungan tersebut bisa diambil jika saldonya sudah mencapai 150% dari nilai bantuan yang diterima. Langkah ini ditempuh pemerintah agar masyarakat tidak hanya menerima tapi ada usaha dan menjadikan para nelayan belajar berhemat dan gemar menabung. Untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai dengan tujuan awal,  Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa Barat pada Tahun 2018 ini mengadakan program pendampingan kepada penerima bantuan kartu Bariri Nelayan tersebut.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Kepala Seksi Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan DKP KSB, Iwan Irawan S.Pt memastikan program Bariri Nelayan yaitu program pendampingan kepada seluruh nelayan penerima bantuan ini tetap berlanjut. Sebab program Kartu Bariri Nelayan adalah program berlanjut yang mewajibkan nelayan harus menyisihkan setiap hasilnya untuk ditabung hingga mencapai 150%. Pendampingan kepada nelayan penerima bantuan ini akan melibatkan pemeritah kecamatan, pemerintah desa, Agen, Babinsa, dan Bhabinkantibmas. Tim pendamping ini juga bertugas untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tidak dijual dan tetap dimanfaatkan oleh penerima bantuan. “Kita akan terus mengingatkan nelayan agar tetap menabung sampai target yang sudah ditentukan yakni 150% dari nilai bantuan yang diterima,” katanya.

Baca Juga  Dinas PUPRPP KSB Resmi Dapat Bantuan Program Peningkatan Kualitas Jamban

Ditanya mengenai sanksi kepada nelayan yang enggan menabung, Iwan mengaku hingga kini belum ada ketentuan yang mengatur mengenai sanksi tersebut. Pihaknya hanya berupaya menyadarkan masyarakat khususnya nelayan agar konsisten menabung sesuai dengan kesepakatan sebelum menerima bantuan. “Kami berharap kesadaran penerima bantuan karena ini merupakan program yang sangat bagus mengajarkan masyarakat untuk mandiri dan berdaulat akan ekonominya sendiri,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya penerima bantuan yang menabung cepat sampai 150 persen, pihaknya telah melakukan MoU dengan pihak bank. Apabila ada penerima bantuan ingin menabung sekaligus atau mengejar 150% agar tidak diproses. Sudah disepakati untuk bisa mengambil uang tabungan tersebut hingga jangka waktu maksimal produktif bantuan. Misalnya bantuan sampan bisa 4–5 tahun, sehingga uang tabungan bisa diambil minimal 4 tahun setelah menabung 150%. Ada kekhawatiran penerima bantuan yang nekat meminjam uang untuk mempercepat tabungannya sampai 150%. Menurutnya cara itu sudah keluar dari kesepakatan awal yaitu mendidik masyarakat agar berdaulat secara ekonomi. (HEN/SR)

iklan bapenda