Luas Tanam Jagung di Sumbawa Melebihi Target Propinsi

oleh -56 views

SUMBAWA BESAR, SR (09/02/2018)

Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc, menjelaskan, dalam RPJP Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2005-2025, pembangunan pertanian diarahkan pada peningkatan nilai tambah produk-produk unggulan daerah yaitu sapi, jagung dan rumput laut. Menurut Bupati saat membuka secara resmi Seminar Jagung Nasional dengan tema “Integrasi Pertanian Jagung dengan Peternakan Sapi” yang digelar oleh Dewan Riset Daerah Kabupaten Sumbawa, Kamis (8/2) kemarin, bahwa peningkatan nilai tambah tersebut harus sejalan dengan upaya menjaga konsistensi produksi bahan baku, sehingga dapat tersedia secara kontinyu dan memadai.

Dijelaskan Bupati bahwa potensi lahan kering di Kabupaten Sumbawa untuk penanaman jagung mencapai 219.334 hektar, sedangkan lahan sawah mencapai 38.666 hektar untuk dua kali musim tanam. Sehingga secara keseluruhan potensi lahan untuk penanaman jagung di Kabupaten Sumbawa seluas 258.000 hektar. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya termanfaatkan, sehingga peluang bagi pengembangan industri dan investasi di sektor pertanian khususnya jagung masih sangat terbuka.

Disebutkan Bupati bahwa pada tahun 2017, luas tanam jagung di Kabupaten Sumbawa mencapai 97.204 hektar melampaui target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk Kabupaten Sumbawa seluas 90.165 hektar, dengan produksi 646.413 ton dan produktivitas 6,7 ton/hektar. Untuk tahun 2018, Kabupaten Sumbawa telah menargetkan produksi jagung 1 juta ton. Target tersebut dapat dicapai dengan dua asumsi yaitu luas tanam minimal 125.000 hektar, dan produktivitas mencapai 8 ton/hektar. Untuk itu lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menetapkan 2 strategi utama yaitu ekstensifikasi untuk mencapai luas tanam minimal 125.000 hektar dengan memanfaatkan lahan-lahan potensial yang belum tergarap selama ini. Kemudian, Intensifikasi untuk mencapai produktivitas 8 ton/hektar dengan melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi budidaya tanaman jagung.

Baca Juga  Terpilih 10 Solusi Digital Terbaik Karya Mahasiswa

Lebih jauh dikatakan Bupati, dalam rangka menjalankan strategi ekstensifikasi, pada tahun 2018 pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengalokasikan anggaran sebanyak 250 paket untuk pembangunan sumur bor/sumur dangkal, jaringan irigasi dan check dam yang tersebar di 24 kecamatan. Sedangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi budidaya sebagai strategi intensifikasi dilakukan melalui pendistribusian bantuan berupa benih jagung dan pupuk.

Masih menurut Bupati, selain sebagai penunjang ketahanan pangan nasional, Kabupaten Sumbawa juga digaungkan sebagai Kabupaten peternakan. Sapi merupakan salah satu hewan ternak potensial untuk dikembangkan. Populasi Sapi Bali meningkat dari 193.907 ekor pada tahun 2012 menjadi 228.042 ekor tahun 2016. Populasi sapi Sumbawa meningkat dari 3.234 ekor pada tahun 2012 menjadi 6.727 ekor pada tahun 2016. Peningkatan populasi ini memerlukan ketersediaan pakan yang memadai sepanjang tahun. Salah satu potensi sumber pakan adalah limbah jagung. Bupati menyebutkan data produksi jagung tahun 2017 yang mencapai 646.413 ton biji kering, akan menghasilkan biomassa atau limbah jagung sebesar 2 kali produksi biji kering sebesar 1.292.826 ton bahan kering. Potensi bahan pakan ternak asal limbah jagung tersebut akan semakin meningkat searah dengan peningkatan luas tanam dan produksi jagung. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa pemberian pakan jagung fermentasi kering dapat menambah berat badan ternak sapi mencapai 0,7 kg/ekor/hari. Hal inilah yang menjadi dasar pertimbangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa mencanangkan Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung Integrasi Sapi yang populer disebut dengan istilah Gema Jipi. Gerakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi di sektor pertanian sekaligus mendorong produktivitas di sektor peternakan, sehingga geliat perekonomian di kedua sektor tersebut dapat meningkatkan daya saing masyarakat demi terwujudnya masyarakat Sumbawa yang hebat dan bermartabat.

Baca Juga  GOW Berbagi, Salurkan Sembako Bantu Fakir Miskin

Sementara Sekretaris Dewan Jagung Nasional, Maxdeyul Sola mengatakan, produk jagung tidak ada yang tidak bermanfaat. Selain biji jagung, ternyata limbah yang dihasilkan juga bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan sangat bermanfaat. Karena itu, Sola menyampaikan salut kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang telah membuat terobosan kebijakan Gema Jipi. Pihaknya berharap Kabupaten Sumbawa yang potensial jagung dan ternak bisa berkibar di tingkat nasional bahkan internasional melalui gerakan industri jagung dan sapi. (JEN/SR)

iklan bapenda