Putusan Banding Rekanan Rumah Adat KSB Perkuat Putusan PN

oleh -10 views
Teguh Maramis didampingi Tim kejari Sumbawa saat tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. (Foto Doc SR)

SUMBAWA BESAR, SR (08/02/2018)

Putusan banding terhadap Rekanan Rumah Adat KSB, Teguh Maramis di Pengadilan Tipikor Mataram, menguatkan putusan PN. Terdakwa korupsi pembangunan rumah adat Kabupaten Sumbawa Barat ini divonis banding 2 tahun penjara potong tahanan, denda Rp 50 juta dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 111 juta. Putusan banding ini tentu jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumbawa yang menuntut terdakwa 6 tahun penjara, denda Rp 200 juta dan membayar uang pengganti Rp 172 juta. “Putusan banding menguatkan putusan PN. Ini jauh dari tuntutan kami selaku JPU,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka DP SH kepada SAMAWAREA, Rabu (7/2) kemarin.

Ia mengaku sebelumnya JPU yang mengajukan banding karena menilai putusan PN jauh lebih ringan dari tuntutan JPU. Kini putusan banding masih tetap sama, dan kemungkinan JPU juga akan bersikap sama yakni mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Seperti diberitakan, pembangunan rumah adat milik Pemerintah KSB ini dianggarkan Rp 2 miliar. Persoalan muncul setelah proyek tersebut mangkrak menyusul adanya pemutusan kontrak kerja secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pemutusan kontrak ini dilakukan karena kontraktornya diduga kabur. Rumah adat itu dikerjakan PT AS selaku pemenang tender. Rekanan itu hanya merealisasikan pekerjaan 5,4 persen. Tapi PT AS diinformasikan telah menerima dana sebesar Rp 500 juta dari keseluruhan nilai kontraknya. Hasil penyidikan pihak kejaksaan menetapkan PPK sebagai tersangka dan sudah bebas setelah menjalani hukumannya. Status tersangka juga disematkan kepada rekanan Teguh Maramis. Beberapa kali dipanggil, tetap saja rekanan ini mangkir. Dia beralasan sakit dan sedang berobat di Tuban Jawa Timur. Akhirnya Tim Pidsus dari Sumbawa meluncur ke Tuban. Bersama Kejari Tuban, tim berhasil meringkusnya, 8 Mei 2017. Setelah sempat diinapkan di ruang tahanan sementara Kejari Sidoarjo, tersangka ditebangkan dari Surabaya menuju Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Saksi Ahli OJK Tidak Nongol, Polisi Hanya Serahkan Dokumen