Dua Tahun Buron, Boss Jaya Raya Sumbawa Tertangkap di Surabaya

oleh -37 views
Boss UD Jaya Raya, CM dikawal tim Kejaksaan Negeri Sumbawa saat dieksekusi dan diserahkan ke petugas Lapas Klas IIA Sumbawa untuk menjalani masa hukuman, beberapa bulan lalu

SUMBAWA BESAR, SR (08/02/2018)

Pelarian CM (32) berakhir. Setelah dua tahun menjadi buronan Kejaksaan Negeri Sumbawa, Boss UD Jaya Raya—perusahaan distribusi barang dagangan yang berlokasi di Jalan Cendrawasih, Brang Biji, Kabupaten Sumbawa tersebut, tertangkap Rabu (7/2) pagi di komplek Perumahan CitraLand, Surabaya. Terpidana pengemplang pajak usaha yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ini ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung yang diback-up tim dari Kejati Jawa Timur dan Kejari Surabaya.

Kajari Sumbawa, Paryono SH yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Kamis (8/2) mengakui keberhasilan jajaran kejaksaan menangkap buronan yang paling dicari selama ini. Beberapa kali Boss Jaya Raya tersebut lolos dari kejaran meski sebelumnya sudah diintai dan memastikan keberadaannya. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) di Kejaksaan Agung. Dengan peralatan yang ada keberadaan Christin terus dimonitor dan teridentifikasi. Tepat Kamis (7/2) pagi pukul 09.00 Wita, tim bergerak di komplek Perumahan CitraLand, Surabaya. Wanita ini tak bisa berkutik setelah dikepung. Pelarian pun berakhir. Penangkapan ini langsung dikoordinasikan dengan Kejati NTB dan Kejari Sumbawa yang selanjutnya menjemput CM di Surabaya. CM diterbangkan dari Surabaya dan tiba di Mataram Rabu malam. Setelah itu, CM dibawa melalui perjalanan darat dan tiba di Sumbawa Kamis (8/2) dinihari pukul 05.30 Wita. Saat itu juga CM dieksekusi dan ditahan di Lapas Klas IIA Sumbawa.

Baca Juga  Polisi Siapkan Wifii Gratis untuk Siswa Tak Mampu

Kajari Paryono menjelaskan CM terlibat kasus perpajakan pada tahun 2015 lalu. Dalam menjalankan usahanya, terpidana membuat informasi perpajakan yang tidak benar sejak tahun 2007 hingga 2010. Hal ini diketahui setelah pihak Kantor Pajak melakukan audit atas pajak usahanya. Akibat perbuatannya, negara dirugikan sekitar Rp 8,4 miliar. Dalam persidangan, semua yang disangkakan kepada CM terbukti. Pada peradilan di tingkat Kasasi, Mahkamah Agung menjatuhkan vonis selama dua tahun penjara kepada CM dan diharuskan membayar denda sebesar Rp 16,8 miliar. CM dinyatakan melanggar Pasal 39 Ayat 1 Huruf c Undang-Undang No. 16/2000 tentang perubahan kedua Atas Undang-Undang No. 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan junto Pasal 39 Ayat 1 Huruf d Undang-Undang No. 28/2007 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Jo Pasal 39 Ayat 1 Huruf d Undang-Undang Nomor 16/2009 tentang perubahan keempat atas, Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.(JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb