Ketua Terpilih REI NTB Mendatang Harus Rela Berkorban

oleh -21 views
Ir Anas Amrullah dan Miftahudin Mahruf

MATARAM, SR (07/02/2018)

Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Real Estate Indonesia (REI) IV wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) akan berlangsung 14 Februari mendatang. Sejumlah harapan disematkan kepada calon ketua organisasi pengusaha properti ini. Tidak terkecuali beberapa mantan ketua dan anggota REI NTB juga menggantungkan harapan agar ketua terpilih nanti mampu memberikan warna tersendiri khususnya menjembatani kepentingan anggota dengan pemerintah atau pemangku kebijakan.

Mantan Ketua REI NTB dua periode Miftahudin Mahruf saat diwawancara via telepon seluler, Rabu (7/2) menyatakan REI merupakan organisasi yang memiliki keterikatan dengan pemerintah. Sebagai organisasi mitra pemerintah sosok Ketua REI harus mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk membawa organisasi menuju arah yang lebih baik. “Kriteria calon ketua harus sanggup berkorban bagi organisasi yang dibutuhkan, asosiasi ini harus dirasakan manfaatnya oleh anggota, intinya calon ketua harus mau dan mampu berkorban baik moril dan materil,” paparnya.

Hal senada disampaikan anggota REI NTB lainnya Anas Amrullah. Menurut Anas kriteria calon ketua REI harus bisa menjadi katalisator menjembatani kepentingan anggota dengan pemangku kebijakan. Lebih jauh Anas mengatakan pengusaha properti saat ini masih terbentur dengan perizinan. Sementara domain perizinan berada di kabupaten/kota. Dengan kehadiran ketua yang memiliki jaringan yang luas baik di pemerintah daerah dan pusat mampu mengakomodir kebutuhan anggota asosiasi. Dikatakan Anas kemitraan antara asosiasi dengan pemerintah sudah terjalin dengan baik namun belum optimal. Pemerintah pusat yang masih menjadikan program perumahan rakyat sebagai program unggulanpun masih menjadi primadona bagi pengembang perumahan. “Perumahan masih menjadi primadona, terlebih program pemerintah pusat pembangunan satu juta rumah sangat bagus, persoalannya sekarang harus ada yang menjembatani kebutuhan pengusaha dengan persoalan perizinan, di sinilah perlunya kehadiran sosok ketua yang mampu menjembatani kedua pihak,” bebernya, seraya menyatakan pada tahun 2018 ini program rumah subsidi masih menjadi primadona usaha properti. Iklim usaha di sektor properti masih menunjukan trend yang positif.

Baca Juga  PAW Biok Tinggal Menghitung Hari

Sementara Ketua Panitia Musda REI IV Heri Susanto menyebutkan kriteria utama yang dibutuhkan oleh REI adalah pelaku usaha yang bergerak di sektor pengembang. Mempunyai pengalaman luas di bisnis properti dan yang pasti berkorban waktu untuk organisasi. Selain itu calon ketua REI harus memiliki jaringan yang luas dan hubungan yang baik dengan stakeholder, baik perbankan, dinas perizinan dan perpajakan. Periode sebelumnya pencapaiannya luar biasa. Makin banyaknya anggota yang masuk dalam wadah organisasi menunjukan kualitas kepengurusan terdahulu yang sangat baik.

Musda REI NTB ini sendiri akan digelar nanti beragenda memilih ketua yang baru. Bisnis jasa properti di tahun 2018 ini juga diprediksi masih menunjukan iklim yang positif. Jumlah pengembang di REI mencapai 50 perusahaan. Sementara pada musda nanti 40 lebih anggota akan menyerahkan suara untuk memilih ketua DPD REI NTB. (SR)

 

iklan bapenda