Calon Siswa Baru SIT Samawa Cendekia Membludak

oleh -40 views
Sambirang Ahmadi S.Ag., M.Si

Urung Umumkan Pendaftaran Siswa Baru 

SUMBAWA BESAR, SR (07/02/2018)

DPRD

SDIT dan SMPIT Samawa Cendekia Sumbawa sepertinya tidak akan mengumumkan pendaftaran siswa baru untuk Tahun Ajaran 2018/2019. Pasalnya jumlah calon siswa baru sudah terpenuhi. Masyarakat berlomba-lomba mendaftarkan putra-putrinya di sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Dea Mas ini jauh sebelum tahun ajaran baru mendatang. Mereka rupanya sangat antusias mendaftarkan anaknya di sekolah yang menerapkan konsep kurikulum full day school (FDS) ini. Tidak heran sejak Desember 2017 lalu, jumlah calon siswa baru sudah mencapai rombongan belajar (rombel) yang dibutuhkan. Empat rombel untuk SDIT dan empat rombel untuk SMPIT. Masing-masing rombel maksimal 28 siswa. “Meski secara resmi kami belum membuka pendaftaran tapi sudah banyak orang tua yang datang mendaftarkan anaknya ke sini. Padahal ujian sekolah belum selesai. Jumlah pendaftar membludak dan telah mencapai rombongan belajar yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah lokal yang ada,” ungkap Kepala SIT Samawa Cendekia, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si saat ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Rabu (7/2) siang tadi.

Ia mengaku bersyukur progress sekolah yang dipimpinnya sangat baik. Antusias masyarakat menyekolahkan anaknya di SIT Samawa Cendekia cukup tinggi. Pihaknya hanya pernah menyampaikan informasi tentang rencana penerimaan mahasiswa baru melalui facebook. Rupanya informasi ini disikapi secara positif oleh masyarakat. Tingginya animo masyarakat ini menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap sekolahnya cukup tinggi, kendati SIT Samawa Cendekia terbilang masih berumur belia. “Kami tidak perlu susah-susah lagi berkeliling mencari siswa baru dan mensosialisasikan diri, mereka sudah datang sendiri untuk mendaftarkan diri. Tentunya saya sangat senang dengan kenyataan ini,” ucap pria yang biasa dipanggil Ustadz Sam.

Baca Juga  Gelar Kuliah Umum, IISBUD Undang Kalapas Kupas Perkembangan Hukum Pidana

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa ini mengaku tidak mengetahui secara pasti ketertarikan masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya di SDIT maupun SMPIT Samawa Cendekia. Namun yang menjadi daya tarik berdasarkan testimony orang tua siswa, salah satunya lingkungan pembelajaran. Pihaknya mendesain lingkungan tersebut sedemikian rupa sehingga terkesan seperti kota dalam sebuah kebun, dan menjadi tempat yang asyik. “Kita desain bernuansa sekolah alam atau sekolah hijau, sehingga anak-anak bebas berekspresi kesana kemari terutama yang masih berusia bermain,” beber Ustadz Sam.

Ketertarikan lainnya, kemungkinan dengan kurikulum lokalnya yang berbeda dari sekolah negeri. Selain itu khusus SMPIT, menjadi solusi bagi orang tua yang belum sanggup secara psikologis untuk berpisah dengan anaknya ketika dimasukkan ke sekolah pesantren. Karena tidak semua orang siap secara mental untuk berpisah baik dari anak maupun orang tuanya. “Indikatornya ada sekitar 6 orang anak pesantren yang pindah ke sekolah ini karena beberapa alasan. Bisa saja masalahnya orang tua yang tidak siap jauh dengan anaknya, atau anaknya yang belum siap dengan pengetahuan agamanya secara total,” kata Ustadz Sam.

SMPIT Samawa Cendekia bisa menjembatani harapan orang tua dan anak tersebut, meski bukan sekolah pesantren. Namun citarasa pesantren ada pada SIT Samawa Cendekia. Hanya kelemahannya, sekolahnya tidak bisa mengontrol peserta didik selama 24 jam sebagaimana yang diterapkan pesantren. “Kalau di pesantren kita bisa mengontrol anak didik selama 24 jam. Di sini kami tidak bisa seperti itu. Tapi kita biasa siasati dengan kegiatan pengayaan, yakni sekali-kali melakukan program Mabit (malam bina iman dan taqwa). Siswa menginap di sekolah untuk menerima berbagai menu yakni mendapatkan pelajaran agama, memperkuat kemampuan dalam membaca dan menghafal Alquran. Ada juga Bahasa Inggris. Meski kita tidak bisa sama persis dengan pesantren tapi kami memiliki citarasa pesantren,” tandasnya.

Baca Juga  UTS dan BLKM Pulau Sumbawa Berkolaborasi

Mengingat semakin tingginya animo masyarakat menyekolahkan anaknya di SIT Samawa Cendekia, Ustadz Sam mengaku perlu memikirkan untuk menambah ruang kelas baru. Ini sangat penting agar peluang masyarakat menyekolahkan anak-anaknya terbuka lebar. Sebab salah satu factor terbatasnya jumlah siswa yang diterima adalah terbatasnya ketersediaan lokal yang ada. (JEN/SR)

DPRD DPRD