Belum Ada Kesimpulan Isu Aliran Dana Pasar Brang Bara

oleh -24 views
Kasi Intel Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH

SUMBAWA BESAR, SR (07/02/2018)

Hingga kini Kejaksaan Negeri Sumbawa belum menyimpulkan hasil klarifikasi dari sejumlah pihak yang diundang untuk dimintai keterangan terkait isu dugaan aliran dana Proyek Pasar Brang Bara. Meski sudah Sebab masih ada pihak yang belum dimintai klarifikasi. Adalah Ketua LSM Lingkar Hijau, M Taufan.

Menurut Ketua TP4D Kabupaten Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH yang juga Kasi Intel Kejaksaan, Selasa (6/2) kemarin, undangan kepada Taufan sudah dua dilayangkan bahkan telah dihubungi via telepon seluler. Namun Taufan belum memenuhinya karena yang bersangkutan saat itu sedang berada di Jakarta. Ia berharap undangan yang dilayangkan kepada Taufan dapat dipenuhi pada 13 Februari mendatang. Keterangan dari Taufan dinilai Erwin sangat penting. Pasalnya Taufan diinformasikan memiliki data-data mengenai adanya dugaan aliran dana maupun dugaan korupsi Proyek Pasar Brang Bara, sehingga semua menjadi terang benderang dan persoalan yang berkembang di masyarakat tidak membias.

Untuk diketahui, ungkap Erwin, kejaksaan mengundang berbagai pihak guna dimintai klarifikasi ini semata-mata mencari kebenaran materiil dari isu dugaan aliran dana Pasar Brang Bara, bukan mencari kambing hitam. “Yang benar dikatakan benar, yang salah dikatakan salah. Kami tidak ada upaya untuk mencari-cari kesalahan. Sebab dugaan adanya aliran dana dan isu adanya aliran dana itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketika aliran dana itu benar adanya, maka isu yang terhembus selama ini adalah benar. Sebaliknya ketika aliran dana itu tidak benar maka isu itu juga tidak benar,” tegasnya.

Baca Juga  Penyelidikan Tanah Urug Dilanjutkan, Jaksa Segera Panggil PPK

Karena itu yang diperdalam timnya adalah mengungkap adanya aliran dana Pasar Brang Bara. Sedangkan soal dugaan pencemaran nama baik, fitnah dan melanggar UU ITE, menurut Erwin, bukan ranah atau kewenangan kejaksaan melainkan kepolisian. “Kami hanya menelusuri aliran dananya, benar atau tidak. Dan sampai sekarang kita belum mengambil kesimpulan siapa oknum yang menyebar meski sudah ada beberapa nama yang diduga sebagai pelaku,” jelasnya.

Erwin juga menyatakan bahwa Taufan belum dikatakan orang terakhir yang dimintai klarifikasi. Ini tergantung dari keterangan Taufan nantinya. Jika dari keterangannya muncul nama-nama atau informasi baru, tim kejaksaan akan mendalaminya. Pastinya akan ada pihak-pihak yang diundang. “Semoga Mas Taufan nanti bisa proaktif, dan memberikan keterangan maupun data yang dimiliki sehingga kami terbantu dalam mengungkap kasus ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, isu mengenai aliran dana senilai Rp 1,4 Milyar dari PT Tiba Papua sudah lama mencuat. Aliran dana dari pelaksana proyek Pasar Brangbara ini diisukan mengalir ke kantong sejumlah oknum pejabat di Sumbawa termasuk TP4D. Namun belakangan sejumlah pihak yang diisukan menerima adanya dugaan aliran dana itu membantah secara tegas dan menilai penyebar isu melakukan pencemaran nama baik dan fitnah. (JEN/SR)

 

iklan bapenda