AMAN Versus Ali Sakti, Cerminan Pertarungan Marwah dan Gengsi Politik

oleh -15 views
Didu dan Athar

MATARAM, SR (05/02/2018)

Publik seantero NTB saat ini menanti hari penetapan Pasangan Calon (Paslon) PilGub NTB oleh KPU, 12 Februari 2018. Hal ini tentu terkait dengan siapa paslon yang lolos mengikuti etape konstestasi PilGub NTB 2018. Terlepas hal tersebut, menarik untuk melihat postulat Ahyar Abduh—Mori Hanafi (AMAN The Great) dan Ali BD—Gede Sakti (Ali Sakti).

Menurut analisa Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah SE, Minggu (4/2), kedua paslon ini memiliki inner beauty politik yang kuat di mata publik, khususnya performance dan ketangguhan daya jelajah mesin politik yang berbeda fatsun. Ibarat kapal induk, AMAN the Great, dengan ketangguhan mesin parpol pengusungnya dan relawan loyalisnya diprediksi akan sanggup menjelajah dan melakukan penetrasi politik yang masiv pada setiap jengkal wilayah kekuasaan politik yang berhasil di-AMAN-kan. Misalnya, PDIP NTB parpol pengusung AMAN sudah memberikan instruksi tegas disertai reward and punishment kepada semua kadernya untuk berjuang secara sungguh-sungguh penuh dedikasi agar memenangkan AMAN di wilayahnya. Sementara itu Ali Sakti sebagai calon independen dengan 303 ribu loyalis vottersnya terlihat makin agresif dalam melakukan penetrasi di kantong-kantong pemilih, khususnya di tiga wilayah yang memiliki jumlah pemilih besar yakni Lotim, Loteng dan Lobar.

Gerakan Paket Ali Sakti untuk memperluas massa pendukungnya terlihat makin sistematis dan terukur. Hal ini tentu terkait kepastian dukungan dari rakyat untuk memenangkan paket Ali Sakti melawan Cagub NTB yang diusung parpol. Ali BD sebagai panglima politiknya terlihat begitu piawai memainkan ritme dan psikologi massa dengan melontarkan berbagai statemen atau opini di media yang kerap menjadi polemik.

Ibarat ring tinju, sosok Cagub Ali BD sungguh cerdik mengatur irama permainan gerbongnya, kapan harus melakukan hook politik, jeb-jeb ringan ataupun merangkul. Seperti baru baru ini Ali BD tiba-tiba bersama TGB dalam satu acara. Padahal beberapa waktu sebelumnya, Ali BD sempat melontarkan statement soal wisata halal yang menuai polemik di publik.

Baca Juga  Gubernur NTB Ajak Umat Islam Belajar dari Kisah Fir’aun

Paket AMAN the Great versus Ali Sakti, ungkap Didu—sapaan Direktur M16, cermin pertarungan marwah dan gengsi politik sejati. Hal ini terkait background politik para calon gubernur NTB ini dengan segala track record dan pengalaman sebagai petarung politik yang hebat. AMAN sebagai gerbong besar yang di dalamnya berhimpun para petarung politik dengan berbagai karakter dan spesifikasi keahlian politik yang tidak perlu disangsikan lagi. “Ketua PDIP NTB Rachmat Hidayat yang juga menjadi anggota parlemen sejak 1982 misalnya, tak perlu disangsikan kepiawaiannya dalam meraih dukungan rakyat,” ujar Didu.

Parpol pengusung lainnya, PPP NTB pilihan Hj Wartiah, pasti akan siap menggerakkan gerbong partai dan  loyalisnya guna memback-up AMAN. “Di internal PPP pasti akan ada intruksi khusus untuk memenangkan paket AMAN,” lanjut Didu.

Ditambahkan Sekretaris Mi6 Lalu Athari Fathullah, Ali Sakti tentu memiliki kalkulasi politik tersendiri  untuk memusatkan energi politiknya melakukan penetrasi di tiga wilayah tersebut. Lotim, Lobar dan Loteng diprediksi menjadi lumbung utama peroleh suara Ali Sakti. Apabila Ali Sakti menang telak di tiga wilayah tersebut, sudah bisa dipastikan menjadi Gubernur NTB 2018–2023.

Secara matemati politik sambung Athari, Ali Sakti tetap memiliki peluang memenangi PilGub NTB dengan berbagai alasan yang rasional. Antara lain pertama, Ali Sakti dengan back up 303 ribu loyalis vottersnya lebih mudah meraih dukungan suara dibanding paslon yang diusung parpol karena mapping dan konsentrasi pemilih loyalnya sudah ada dalam databasenya. Kedua, keberadaan Lembaga Survey LSI yang memback-up Ali Sakti tak perlu diragukan kredibilitas dalam meng-upgrade paslon yang ditangani.

Baca Juga  Duo Musisi Asal Nusa Penida Luncurkan Single 'Your Love'

Ketiga, jejaring Ali Sakti yang sudah terbina sejak lama. Sebagaimana diketahui Ali BD dulunya aktivis LSM yang sering turun ke masyarakat. Melalui Yayasan Swadaya Membangun (YSM) Ali BD banyak terlibat dalam membantu rakyat miskin melalui berbagai program charity. Selain itu didirikannya Universitas Gunung Rinjani salah satu bukti Ali BD peduli terhadap pengembangan SDM untuk memajukan NTB. “Kedua hal ini baru sebagian networking Ali BD di rakyat yang siap memenangkan paket ini plus ditambah jejaring Jamaah NW,” ungkap Athar.

Mataram Simbol Prestise Politik AMAN

Di bagian lain, Athar menyinggung AMAN. Meskipun Kota Mataram pemilihnya relatif kecil dibanding tiga kabupaten tersebut tapi secara prestise bagi AMAN dan Ali Sakti memiliki arti penting secara politik. “Mataram adalah simbol benteng AMAN yang harus dipertahankan,” kata Athari.

Di mata Paslon lain khususnya Ali Sakti berharap warga Kota Mataram kelak bisa menjatuhkan pilihan politiknya kepadanya (Ali Sakti). Inilah obsesi politik sesungguhnya dari Ali Sakti yang ingin menang juga di benteng pertahanan AMAN. “Justru di Kota Mataram ini banner dan baliho Ali Sakti bertebaran di setiap sudut kota,” imbuhnya.

Bagi M16, Mataram sebagai simbol politik AMAN akan dijadikan ajang perebutan pengaruh Paslon PilGub NTB lainnya. Karena secara politik, Mataram identik dengan episentrum kekuasaan politik di NTB yang memiliki gengsi dan bobot politik tersendiri, tidak sekedar perolehan suara semata. “Kurang afdol secara prestise politik jika kemenangan para Paslon PilGub NTB tidak linier dengan perolehan suaranya di Kota Mataram,” pungkasnya. (SR)

dukacita dukacita bankntb