TGB: Wisata Halal Bukan Bertujuan Mematikan Wisata Konvensional 

oleh -3 views

MATARAM, SR (26/01/2018)

Gubernur NTB Dr. TGH. M.Zainul Majdi menerima kunjungan silaturrahim Forum Masjid dan Mushollah BSD (FMMB) dan sekitarnya serta rombongan dari Alumni Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah, Jakarta, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (26/1). Menyambut rombongan tersebut,  Gubernur NTB yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) ini menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dipilihnya NTB sebagai lokasi kunjungan dan berharap pertemuan ini akan membawa keberkahan yang lebih besar bagi pembangunan ke depan, khususnya bagi kemaslahatan umat.

Saat itu, TGB menjelaskan bahwa NTB mendeklarasikan diri sebagai destinasi halal tourisme didasari oleh pertimbangan bahwa pariwisata memiliki nilai potensi pasar yang sangat besar dan akan memberikan kemanfaatan yang besar bagi ummat. “Wisata halal bukan bertujuan mematikan wisata konvensional, akan tetapi memberikan atau membuka pasar baru serta memperbanyak pilihan wisata bagi sebagian wisatawan khususnya wisatawan muslim yang ingin berwisata sesuai dengan tuntunan agama,” jelas TGB.

TGB yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menjelaskan pula bahwa setelah peluncuran wisata halal di NTB, wisatawan yang berkunjung di NTB terus meningkat. “Membuka dan membangun satu wilayah ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai Islam akan membangun peningkatan kesejahteraan bagi semua. Begitupula halnya dengan wisata halal yang akan membuka ruang ekonomi baru tidak hanya terbatas bagi umat muslim tapi juga untuk semua kalangan umat,” ujar Gubernur yang juga seorang hafidz itu.

Baca Juga  Belanja RAPBD NTB 2021 Masih Prioritaskan Penanganan Covid-19

TGB menekankan eksperimen menghadirkan satu kebijakan yang mengedepankan nilai-nilai Islam akan menghadirkan banyak kebaikan dalam kehidupan. Hal yang patut disyukuri bahwa, saat ini seluruh elemen umat Islam lebih semangat dalam membangun negeri. Dan kesadaran membangun umat harus berbasis pada ilmu dan pemahaman. “Perjuangan tidak cukup hanya dengan semangat, tapi membutuhkan ilmu dan pemahaman. Karenanya tepat kiranya saat ini kita saling bersilaturrahim dan berdialog dengan FMMB dan alumni UIN Syarifhidayatullah Malang yang di dalamnya ada para kaum cendikiawan yang berilmu,” tutup TGB.

Di tempat yang sama, pimpinan rombongan FMMB, Marta Bachtiar menyampaikan bahwa tujuan silaturrahim ke Nusa Tenggara Barat adalah dalam rangka sharing informasi dan berbagi pengalaman terkait wisata halal dimana NTB merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan icon wisata halalnya. Begitupula halnya Dr. Karsa Sukarna sebagai pimpinan rombongan dari alumni UIN Syarifhidayatullah yang memiliki tujuan dan maksud yang sama. (JER/SR)

DPRD DPRD