Mi6: Elektabilitas Zul Rohmi Pasca Pengumuman Calon Melesat Naik

oleh -6 views

MATARAM, SR (26/01/2018)

Mi6 memprediksi elektabilitas Paket Zul Rohmi pasca pengumuman Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dabn Wakil Gubernur NTB, 12 Februari mendatang, semakin melesat. Hal ini terlihat dari kian intensifnya pasangan ‘Duo Doctor’ tersebut bergerak membuka jejaring baru di kalangan warga masyarakat dari berbagai strata sosial. Di samping tetap menjaga dan mengamankan jejaring konstituen yang baru tersebut agar tidak dibandrek oleh Paslon lain. Caranya tetap menyambangi pemilihnya door to door dan menempatkan kontak person di setiap wilayah pemilihnya untuk komunikasi dan monitoring.

Hebatnya lagi Zul Rohmi bergerak secara fleksible dan cepat di basis pemilihnya dengan tim yang ramping. “Ibarat das boat, baik Dr Zul dan Siti Rohmi day by day tetap move on sambangi pemilihnya rata rata 5 sampai dengan 7 titik perhari,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH kepada media ini, Jumat (26/1).

Dengan strategi silent operation di basis tersebut, lanjutnya, Zul Rohmi ingin membuktikan dan memberikan pesan bahwa Zul Rohmi tidak tunduk dan takluk dalam konstestasi Pilgub NTB, meskipun rating elektabilitasnya belum di atas 20%. Bagi Mi6, Paket Zul-Rohmi meski dipandang sebelah mata, justru menjadi spirit yang kuat untuk membalikkan asumsi tersebut. “Tidak tertutup kemungkinan Zul Rohmi memenangi PilGub NTB, apalagi nanti didukung adanya isu yang sifatnya Big Bang,” tambah Didu—sapaan populer Direktur Mi6 ini.

Baca Juga  Dr Zul: ASN Jangan Galau, Bekerjalah yang Baik

Dr Zul Makin Eksotik

Ditambahkan Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah, melihat Cagub NTB, manuver dan gerakan Dr Zul makin eksotik dan piawai dalam melakukan operasi ke basis dan konstituen, khususnya di Bima dan Sumbawa. Tim Dr Zul yang kecil, relatif lincah dalam melakukan penetrasi di basis pemilih, termasuk mudah mendapat dukungan tokoh-tokoh informal yang bukan pemain. “Bahkan beberapa media di Kota  Bima mengakui jika intensitas Dr Zul ke Bima melebihi Paslon lain,” imbuh Athar sembari mengatakan tingkat keberterimaan masyarakat Bima terhadap Dr Zul cukup baik.

Selain itu sambung Athar, paket Zul Rohmi semakin leluasa bergerak di Kota Bima karena linier dengan Paslon Pilwakot Kota Bima yakni ManuFer yang diusung Demokrat, PKS dan PDIP. “DPT kota Bima 104 ribuan, jika Zul Rohmi dapat suara 50 persen itu sudah bagus karena Pilkada Kota Bima ada empat Paslon,” lanjutnya.

Bagi Athar, Paket Zul Rohmi menarik untuk diamati karena pasangan ini berani menabrak mainstream yang memasang Dr Zul dari Sumbawa di papan satu. Sementara Demokrat yang memiliki 8 kursi parlemen justru memasang Hj Rohmi yang tidak memiliki politik sebagai Cawagub NTB. “Intinya Zul Rohmi ini adalah kreasi politik ekstra ordinary yang berani dan penuh sensasi yang tidak biasa,” tukasnya.

Siti Rohmi timpal Didu, merupakan tandem politik yang baik buat Dr Zul karena kharisma dan auranya yang sejuk, jauh dari kesan politiking. “Dari sisi gestur, tampilan Rohmi memiliki magnet yang kuat menarik simpati pemilih,” jelas Didu.

Baca Juga  Gubernur Ingatkan Aktivis Tingkatkan Kemampuan dan Pengetahuan

PilGub NTB 2018 dinilainya penuh kejutan politik tak terduga seperti tampilnya paket anomali Zul Rohmi. Selain itu tampil calon independen Ali-Sakti. “Dalam sejarah PilGub NTB, momentum PilGub NTB kali ini paling mempesona dari aktor aktor yang terlibat pertarungan die hard, selain itu pasti akan ada kejutan politik tak terduga,” analisisnya.

Konstruksi empat Paslon PilGub NTB membawa konsekwensi politik yang tidak mudah dilupakan di akhir konstestasi nanti. “Seandainya Zul Rohmi yang tak diunggulkan menang, bisa dibayangkan bagaimana runtuhnya psykologi politik para jawara petarung tersebut,” ujarnya.

Pun demikian sebaliknya, kata Didu, jika Ali Sakti yang menang PilGub NTB, betapa malu dan hancurnya moral politik para pimpinan parpol di NTB atas realitas itu. “Kemungkinan Ali Sakti memenangi PilGub NTB tetap terbuka, mengingat tren kenaikkan elektabilitas Ali Sakti cukup signifikan juga Zul Rohmi. Karenanya politik itu unpredictable, maka di akhir konstestasi ini akan ada tiga Paslon yang menjadi pecundang,” pungkasnya. (SR)

dukacita dukacita bankntb