Digugurkan Panitia Lelang, Direktur CV Bides Kalista Lapor Jaksa

oleh -22 views
Direktur CV Bides Kalista, Hamid Bides menyerahkan surat pengaduan kepada Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, A. Agung Raka PD SH, 26 Januari 2018

SUMBAWA BESAR, SR (26/01/2018)

Direktur CV Bides Kalista, Hamid Bides terpaksa menempuh upaya hukum. Pasalnya, perusahaannya digugurkan  saat mengikuti pelelangan paket proyek kelanjutan pemasangan keramik dan plafon Kantor Aspusda Kabupaten Sumbawa senilai Rp 808 Juta lebih Tahun 2018 ini. Langkah hukum ini dilakukan, Jumat (26/1) siang tadi, dengan mengajukan pengaduan ke Kejaksaan Negeri Sumbawa. Pengaduan tersebut langsung diterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Anak Agung Raka PD SH.

Dicegat SAMAWAREA, Hamid Bides mengaku mengadukan persoalan itu ke kejaksaan karena mencurigai oknum Panitia Pelelangan di ULP Sumbawa ‘main mata’ dengan rekanan yang akan dimenangkan. Hal ini berawal dari penawaran yang diajukan 5 perusahaan termasuk perusahaannya, CV Bides Kalista. Dalam mengajukan dokumen penawaran, Hamid mengaku mengikuti Peraturan Presiden (Perpres) No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Dalam Perpres itu mensyaratkan perusahaan minimal memiliki satu pengalaman 4 tahun. Tapi di LDK (tatacara evaluasi penawaran) panitia lelang secara sepihak merubahnya menjadi minimal tiga pengalaman bukan satu pengalaman sebagaimana yang diatur dalam Perpres. Perubahan ini sempat dikomplin para rekanan karena mengajukan satu pengalaman. “Saya menemui panitia menanyakan mana yang lebih kuat Perpres atau dokumen. Oknum panitia ini menjawab kalau sudah masuk ranah pelelangan kita ikuti dokumen,” ungkap Bides—akrab disapa Direktur CV Bides Kalista ini.

Baca Juga  Penuhi Panggilan Bawaslu, Nurdin Ranggabarani Dicecar Belasan Pertanyaan

Karena itulah 4 dari lima calon rekanan yang mengajukan penawaran digugurkan panitia. Hanya ada satu perusahaan yakni CV. GU asal Mataram yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan panitia dan akan diumumkan sebagai pemenang tender, Jumat (26/1) hari ini. “Ini yang menjadi kecurigaan kami, ada apa antara panitia dengan CV GU. Mengapa panitia mengabaikan Perpres sehingga menggugurkan perusahaan kami dan tiga perusahaan lainnya padahal telah mengikuti ketentuan yang diatur di dalam Perpres,” tandasnya, seraya menyatakan setelah mengadukan persoalan ini secara hukum, juga akan mengajukan sanggahan, Sabtu besok.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD SH yang ditemui terpisah mengakui adanya pengaduan tersebut. Selanjutnya pengaduan ini akan dipelajari.

Sementara  Kabag LPBJP Setda Sumbawa, Abdul Malik, S.Sos belum sempat dikonfirmasi karena sedang mengikuti Rapat di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb