Teknologi Pendidikan Penggerak Paradigma Pendidikan Student Central Learding 

oleh -40 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/01/2018)

Program Studi Teknologi Pendidikan (TEP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unversitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar, Senin (15/1) menggelar Seminar Teknologi Pendidikan. Seminar bertema “Teknologi Pendidikan Sebagai Penggerak Paradigma Pendidikan Student Central Learding” ini digelar di Aula Rektorat Universitas Samawa (UNSA). Kegiatan yang diikuti seluruh mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP UNSA dari Semester I hingga VII ini menghadirkan dua Kandidat Doktor sebagai narasumber yakni Andi Haris M.Pd dan Desak Nyoman Damayanti S.Kom.

Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan, Irma Suryani M.Pd menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah pemahaman mahasiswa Teknologi Pendidikan terkait keilmuan mereka. Selain itu untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa serta masyarakat, terkait peran dan tugas TEP pada dunia pendidikan. “Dengan adanya kegiatan ini, semoga akan lahir teknolog-teknolog pendidikan dari alumni TEP UNSA,” harapnya.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSA, Suharli M.Pd, mengatakan berkembangnya sebuah pendidikan tergantung pada diri sendiri. Hadirnya teknologi pendidikan ini, diharapkan bisa menciptakan ide dan konsep pendidikan yang berbasis teknologi. Karena jika tidak ada teknologi pendidikan, maka pendidikan akan sulit berkembang.

Sementara itu Junaidi S.Pd., M.Pd–Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD Bidang Pembinaan SD Dikbud Sumbawa, menyambut kegiatan tersebut. Ia berharap teknologi menjadi inti dari proses transformasi ke arah perubahan yang lebih baik. “Kegiatan ini sangat positif karena kita membaca kecenderungan perubahan, seperti perubahan kurikulum yang juga diikuti dengan perubahan seluruh perangkat kurikulum. Jadi teknologi ini menjadi inti dari proses transformasi ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga  TGB : Sekolah Perjumpaan Medium untuk Saling Menghargai

Peran-peran ini lanjutnya, harus ditangkap oleh kampus khususnya TEP untuk jeli terhadap hal yang bisa diintervensi dalam rangka mendorong pembelajaran Abad 21 terutama dengan peran teknologi yang lebih praktis. “UNSA punya posisi strategis dengan adanya teknologi pendidikan, terutama dalam rangka pengembangan media. Karena sangat sedikit dan jarang sekali produk-produk local yang berbasis teknologi yang masuk kesatuan pendidikan sekolah. Sehingga ketergantungan terhadap produk yang di design dari luar itu sangat tinggi. Itu yang harus ditangkap oleh TEP UNSA ini,” pungkasnya. (SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb